PEMANFAATAN AMPAS SAGU SEBAGAI BAHAN DASAR KOMPOS PADA BEBERAPA DOSIS PENCAMPURAN DENGAN KOTORAN SAPI

  • Wahida Wahida Jurusan Teknik Pertanian FAPERTA UNMUS
  • Amelia Agustina Limbongan Jurusan Agroteknologi FAPERTA UNMUS
Keywords: compost, sago waste, cow dung, NPK content.

Abstract

This research is about exploring the amount of sago waste as the basic ingredient of compost. The research aimed to change sago waste into useful organic compound in composting process. Ingredients used in this research were sago waste, cow dung, bran, palm sugar, water and Biosmik as the decomposer. The comparisons between sago waste and cow dung were 1 : 1, 2 : 1, and 3 : 1. The Biosmik used was 1 kg/ton compost material. This research was held at the Green House of Agriculture Faculty Musamus University Merauke. The research procedure included sago waste location survey, interviewing the local community about sago waste, taking the sago waste as the ingredient for compost, preparing ingredients and materials, making compost, and analyzing compost NPK sample. The result showed that treatment by which the sago waste and cow dung comparison = 2 : 1 is the best comparison that can be used as recommendation as a compost.

References

Anonim.2010. Petunjuk Pembuatan Pupuk Organik/Kompos. Online. Andy jalur.files.wordpress.com. Diakses tanggal 21 April 2014.

Anonim. 2014. Plants Database. Natural Resources Conservation Service.United State Departement of Agriculture. Online.plants.usda.gov/core/ wetlandSearch. Diakses tanggal 21 April 2014.

Badan Pusat Statistik Propinsi Papua, 2004. Papua dalam angka tahun 2004/2005. Badan Pusat Statistik Propinsi Papua.

BSNI. 2004. Spesifikasi Kopos dari Sampah Organik Domestik. Online. https://sni.bsn.go.id. Diakses tanggal 19 September 2015.

Flach, M. 1983. The Sago Palm: Domestications, Explotation and Products. FAO, United Nations, Rome.

Handayanto, Eko. 1998. Pengelolaan Kesuburan Tanah. Jurusan Tanah Fakultas Pertanian. Universitas Brawijaya. Malang.

Islamiyati, R. 2009. Kandungan Nutrisi Campuran Ampas Sagu (Metroxilon sago) dan Feses Broiler yang Difermentasi dengan Berbagai Level EM4. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner.

Jong, F.S. 2003.Pembangunan sebuah perkebunan sagu secara maju dengan rekomendasi khusus Papua. Dalam Karafir, Y.P. et al. (Eds.). Prosiding Lokakarya Nasional Pendayagunaan Pangan Spesifik Lokal Papua. Universitas Negeri Papua. Jayapura, 2-4 Desember 2003.

Kiat, I.J. 2006.Preparation and characterization of carboxymetyl sago waste and its hydrogel.Tesis.Universiti Putra Malaysia.

Mulyanto. 2000. Eksplorasi Varietas-varietas Sagu (Metroxylon spp.) Menurut Masyarakat Lokal di Desa Wamena Tengah Kecamatan Windesi Kabupaten Manokwari Propinsi Papua. Skripsi. Fakultas Pertaian. Universitas Cendrawasih. Manokwari.

Okazaki, M., S. Tadenuma, and M. Ohmi. 2005. Diverse utilization and industrial development of sago biomass. Proceeding on the eight International sago symposium. Jayapura, August 4-6, 2005.

Pangkali, L.B. 1994. Taksiran kandungan tepung jenis sagu Yepha (Metroxylon sagu Rottb) berdasarkan tempat tumbuh di Sentani, Kabupaten Jayapura. Skripsi Fakultas Pertanian Universitas Cenderawasih.

Pramaswari, I.A.A., Suyasa, I.W.B., dan Putra, A.A.B. 2011. Kombinasi Bahan Organik (Rasio C : N) pada Pengolahan Lumpur (Sludge) Limbah Pencelupan. Jurnal Kimia 5 (1) : 64 - 71.

Pranamuda, H., Y. Tokiwa, H. Tanaka. 1996. Pemanfaatan pati sagu sebagai bahan bakubiodegradable plastic. Dalam Prosiding Simposiu, Nasional Sagu III. Potensi sagu dalam usaha pengembangan agribisnis di wilayah lahan basah. Pekanbaru.

Putra, R. A., Itnawita, dan C. Jose. 2013. Analisis Kualitas Kompos dari Campuran Limbah Ampas Sagu, Kotoran Ayam dan Serbuk Gergaji Hasil Fermentasi dengan Em-4. Karya Ilmiah, FMIPA, Kampus Binawidya, Pekanbaru.

Sangadji, I., Parakkasi, A., Wiryawan, K.G., dan Haryanto, B. 2008. Perubahan Nilai Nutrisi Ampas Sagu Selam pada Fase Pertumbuhan Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) yang Berbeda. Jurnal Ilmu Ternak. Vol. 8. No. 1: 31-34.

Sangihe, S. 2010. Budidaya Sagu. Online. http://epetani.deptan.go.id/budidaya/ budidaya-sagu-1442. Diakses tanggal 19 April 2014.

Sisworo, W.H. 2006. Swasembada pangan dan pertanian berkelanjutan tantangan abad dua satu: Pendekatan ilmu tanah, tanaman dan pemanfaatan iptek nuklir. Dalam A. Hanafiah WS, Mugiono, dan E.L. Sisworo. Badan Tenaga Nuklir Nasional, Jakarta. Hal. 207.

Sulistyowati, H. (2011). Pemberian bokasi Ampas Sagu pada Medium Aluvial Untuk Pembibitan Jarak Pagar. Jurnal Perkebunan dan Lahan Tropika. Vol. 1: 8-12.

Tampoebolon, B.I.M. 2009. Kajian Perbedaan Aras Dan Lama Pemeraman Fermentasi Ampas Sagu Dengan Aspergillus niger Terhadap Kandungan Protein Kasar Dan Serat Kasar. Seminar Nasional Kebangkitan Peternakan, Semarang.

Zaimah, F., & Prihastanti, E. (2012). Uji Penggunaan Kompos Limbah Sagu terhadap Pertumbuhan Tanaman Strawberry (Fragaria vesca L) di Desa Plajan Kab. Jepara. Jurnal Anatomi Fisiologi, 12 (1): 18-28.