UJI TEKNOLOGI BUDIDAYA TANAMAN PANGAN ORGANIK PADA KOMODITI PADI, JAGUNG DAN UBI KAYU DI DUA KAMPUNG LOKAL KABUPATEN MERAUKE

  • Untari Untari Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Musamus
  • Maria M.D Widiastuti Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Musamus
  • Musrifah Musrifah Balai Pengembangan Teknologi Pertanian; Kebun Percobaan Merauke
Keywords: climate, organic fertilizer, maize, rice, cassava

Abstract

Organic farming systems using organic fertilizer to improve soil cekram of water needed for growth and crop production. The research objective to be achieved in this research is testing the technology cultivation of food crops from climate change impacts. Research conducted in 2015 by using the experimental method using a treated field, namely the dosing of animal organic fertilizer (0 tonnes / ha, 5 ton / ha and 10 ton / ha) in the cultivation of food crops rice plants Inpago Unsoed 1, Corn Pulut Uri and Plants Cassava conducted in Muting Village Muting District and Bupul Village Elikobel using a randomized block design. Research data analysis by using analysis statiktic tabulation and descriptive analysis using 95% confidence level. Variable field observations of variable growth and yield of rice Inpago Unsoed 1, uri sticky corn and cassava. The research concludes that the cultivation techniques by using a treatment dose of organic fertilizer on cassava, rice Inpago Unsoed 1, and cassava simultaneously significantly affect growth and crop production. Treatment dose 0 tonnes/ha lower production compared to production plants that use a higher dose is 5 tonnes/ha and 10 tonnes/ha. Maize production Pulut Uri Muting in Village each of 2.46 tonnes / ha (0 tonnes/ha), 4.36 tonnes / ha (5 tonnes/ha), and 5.8 tonnes/ha (10 tonnes/ha). Corn production in Bupul Village lower, respectively 0,8 tonnes / ha (0 tonnes/ha), 2,12 tonnes/ha (5 tonnes/ ha), and 2,49 tonnes/ha (10 tonness/ha) , whereas the effect of the use of organic fertilizer on rice growth Inpago Unsoed 1 concluded that the higher the dose of fertilizer given a positive influence on the average plant height in Muting village is 45,07 cm (10 tonnes / ha), 44,33 cm (5 tonnes/ ha), 34,43 cm (0 tonnes/ha), while the average growth in Bupul village is as follows 31,08 cm (10 tonnes/ha), 30,89 cm (5 tonnes/ha), 23,52 cm ( 0 tonnes/ha).

References

Adianto, 1993. Biologi pertanian, Pupuk Kandang, pupuk Organik dan Insektisida. Penerbit Alumni, Bandung.

Al-Jabri M dan C. Tafakresnanto, 2007. Karakteristik Tanah Sawah dan Pengelolaannnya di Mabupaten Merauke Propinsi Papua.

Badan Pusat Statistik. 2013. Merauke Dalam Angka. [Laporan]. Merauke.

Bachia, F., Mitriani, dan Hasanudin. 2007. Pengaruh Pengapuran dan Pupuk Kandang terhadap Ketersediaan Hara P pada Timbunan Tanah Pasca Tambang Batubara. Jurnal Akta Agrasia. Edisi KhususNo. 1. Faperta INUB. Hlm. 1-4.

Dinas Tanaman Pangan dan ortikultura. 2007. Laporan Akir Survei Investigasi dan Desain Kawasan Sentra Produksi Desa Tanaman Pangandan Hortikultura Kabupaten Merauke, Papua.

Departemen Pertanian. 2011. Pedoman Umum Adaptasi Perubahan Iklim. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementerian Pertanian. Jakarta.`

Firdaus, M. Baga, Lukman M., & Pratiwi P. 2008. Swasembada Beras Dari Masa Ke Masa. Telaah Efektivitas Kebijakan dan Perumusan Strategy Nasional. Bogor: IPB Press.

Fauzi, Akhmad. 2007. Economic of Nature’s Non-Convexity. Reorientasi Pembangunan Ekonomi Sumber Daya Alam dan Implikasinya bagi Indonesia. Orasi Ilmiah. Bogor: Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor.

Hardjowegeno, s., 2007. Ilmu Tanah. Mediyatama Sarana Perkasa. Jakarta.

Ladamay, L. 2007. Prospek Kerrjasama Pengembangan Pertanian Terpadu dalam mendukung Program MIRE (Merauke Integrated Rice Estate) di Kabupaten Merauke : Konsep Dinas Tanaman pangan untuk Mewejudkan Kabupaten Merauke sebagai Kawasan Agropolitan dan Lumbung Pangan Nasional. Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Merauke.

Pemda Kabupaten Merauke. 2010. Grand Design Pengembangan Pangan dan Energi Skala Luas (Food and Energy Estate) di Merauke-Papua. [Laporan]. Merauke.

Sutanto, R. 2002. Penerapan Pertanian Organik. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.

Subiksa I G.M., 2008. Prospek Pengembangan Rice Estete di Kabupaten Merauke Tinjauan dari Aspek Pengelolaan Tanah dan Air. Balai Penelitian Tamah Bogor. Jurnal sumberdaya Lahan Vol. 2, No. 2. Desember 2008. ISSN 1907-0799.

Subiksa, I G.M., N.P.S Ratmini., 2008. Pengaru Kapur dan Fosfat Alam terhadap Petuumbuhan dan Produksi Padi pada Lahan Sulfat Masam Telang Sumatera Selatan. Paper pada Pertemuan Ilmiah Tahunan HITI di Sumatera Selatan. (Unpublisshed).

Sulistyawati, E. dan R. Nugraha. 2010. Efektifitas KOmpos Sampah Perkotaan Sebagai Pupuk Organik dan Meningkatkan Produkstifitas dan Mneurunkan Biaya Produksi Budidaya Padi.

Sanchez, P.A. 1976. Properties and Management og soila in The Tropics. John Willey and Sons, Inc. New York. 618 p.

Yowono, D. 2005. Kompos. Penebar Swadaya. Jakarta

How to Cite
Untari, U., Widiastuti, M., & Musrifah, M. (1). UJI TEKNOLOGI BUDIDAYA TANAMAN PANGAN ORGANIK PADA KOMODITI PADI, JAGUNG DAN UBI KAYU DI DUA KAMPUNG LOKAL KABUPATEN MERAUKE. AGRICOLA, 7(2), 90-108. https://doi.org/10.35724/ag.v7i2.635