PADEPOKAN PERGURUAN IKATAN KELUARGA SILAT PUTRA INDONESIA KERA SAKTI
Pendekatan Desain Arsitektur Neo-Vernacular
Abstrak
Pencak silat merupakan seni bela diri asli bangsa Indonesia yang kaya akan keberagaman teknik, manfaat serta nilai-nilai luhur yang patut untuk dilestarikan keberadaannya. Perguruan Kera Sakti, merupakan perguruan seni bela diri yang bernaung di bawah IPSI. Perguruan Kera Sakti berdiri pada tanggal 15 Januari 1980 di Kota Madiun. Perguruan Kera Sakti masuk ke Papua pertama kali di Merauke tepatnya di kampung Waninggap Kai (Semangga 3) mulai pada tanggal 5 juli 1989 berkembang terus hingga tahun 1999 memiliki 5 ranting dan saat Jumlah ranting mencapai 16 dan jumlah anggota 1.202 orang. Saat ini Perguruan Kera Sakti belum memiliki pusat pelatihan. Tujuan penelitian adalah Merancang padepokan perguruan Kera Sakti di Merauke dengan menerapkan pendekatan neo-vernakular. Metode Penelitian menggunakan pendekatan penelitian deskritif. Pendekatan deskritif merupakan suatu pendekatan yang juga disebut pendekatan investigasi karena biasanya peneliti mengumpulkan data dengan cara bertatap muka langsung dan berinteraksi dengan orang-orang di tempat penelitian. Sarana dan prasarana yang dibangun pada padepokan Kera Sakti ini meliputi fasilitas gedung olahraga, gedung latihan, hunian atlit, kantor pengelola, mushola, kapel, toko, gedung serbaguna, gedung fitnes dan sauna, peralatan olahraga, cafetaria, ruang genset, serta pos jaga. Perancangan Padepokan Kera Sakti ini menggunakan pendekatan arsitektur neo-vernacular dan menggunakan filosofi yang diambil dari lambang Kera Sakti yang dapat terlihat pada site plan.
Referensi
J. T. ARTHA, CIDERA PADA ATLET PENCAK SILAT DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. 2001. doi: 10.1007/978-1-4615-1189-2_8.
M. Mizanudin, A. Sugiyanto, and Saryanto, “Pencak Silat Sebagai Hasil Budaya Indonesia,” Pros. SENASBASA, pp. 264–270, 2018, [Online]. Available: http://researchreport.umm.ac.id/index.php/SENASBASA%0A(Seminar
D. P. Umum, “Standar Tata Cara Perencanaan Teknik Bangunan Gedung Olahraga,” pp. 1–28, 2012.
C. Widi and L. Prayogi, “Penerapan Arsitektur Neo-Vernakular pada Bangunan Budaya dan Hiburan,” J. Arsit. Zo., vol. 3, no. 3, pp. 282–290, 2020, doi: 10.17509/jaz.v3i3.23761.
Susanto S, Triyono J, Suamalyo Y. Arsitektur Neo-Vernakular. 2011


