ANALISIS DAYA SAING INDUSTRI KREATIF (Studi Kasus Di DKI Jakarta)

  • Marsiana Luciana Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta
  • B. Elnath Aldi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta

Abstract

Konsep daya saing semakin sering digunakan untuk mengukur peran dan kinerja usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). UMKM memiliki peran yang cukup besar dalam peningkatan penyerapan tenaga kerja, pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB), dan penyediaan jaring pengaman khususnya bagi masyarakat yang terimbas krisis keuangan dan ekonomi. Analisis kajian ini menggunakan metoda Analytical Hierarchy  Process (AHP). Metoda AHP merupakan metode untuk membuat urutan alternatif keputusan dan memilih yang terbaik pada saat pengambil keputusan memiliki beberapa tujuan, atau kriteria, yang menjadi dasar keputusan. Indikator daya saing yang dipilih adalah nilai input dan produktifitas, Kedua indikator dipilih karena data tersebut tersedia untuk 16 subsektor. Data indikator menggunakan data Biro Pusat Statistik tahun 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri Radio dan Televisi, dan fesyen memiliki daya saing yang paling tinggi. Kedua industri ini memiliki preferensi yang lebih baik di atas sub sektor industri kreatif lainnya jika diukur menggunakan nilai input dan produktifitas.
Published
21-07-2018
Section
Artikel