PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PROBLEM SOLVING BERORIENTASI PADA PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA

  • Markus Palobo
  • Etriana Meirista Universitas Musamus

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran matematika materi persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel yang memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif. Perangkat pembelajaran berupa silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran dan lembar kerja siswa yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan minat belajar matematika siswa. Metode pengembangan menggunakan model pegembangan Borg & Gall yang terdiri atas Research and information collecting; Planning; Develop preliminary form of product; Preliminary field testing; Main product revision; Main field testing; Operational product revision. Produk pengembangan diujicoba pada siswa kelas VII SMP YPK Tomer. Hasil penelitian  memuat uraian singkat mengenai masalah dan tujuan penelitian, metode yang digunakan, dan hasil penelitian. Hasil penelitian diperoleh bahwa perangkat pembelajaran dengan pendekatan Problem Solving memenuhi kriteria valid berdasarkan penilaian oleh tiga validator. Sedangkan instrumen penilaian berupa soal tes kemampuan berpikir kreatif dan angket minat belajar juga memenuhi kriteria valid. Perangkat diujicobakan pada Siswa Kelas VII B SMP YPK Tomer sebanyak 5 pertemuan. Hasil penilaian kepraktisan oleh guru dan siswa serta berdasarkan hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran diperoleh kesimpulan bahwa perangkat pembelajaran memenuhi kriteria valid. Berdasarkan hasil angket minat belajar matematika diperoleh bahwa perangkat pembelajaran matematika dengan pendekatan problem solving pada materi persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel efektif meningkatkan minat belajar matematika siswa kelas VII B SMP YPK Tomer yakni 86,9% siswa memiliki minat belajar matematika pada kategori minimal baik, sedangkan pada aspek kemampuan berpikir kreatif diperoleh bahwa perangkat pembelajaran tidak efektif meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa yakni hanya 52,17% siswa yang memiliki kemampuan berpikir kreatif pada kategori minimal cukup kreatif
Published
30-10-2018