EVALUASI PEMANFAATAN RUANG BERDASARKAN SEBARAN DAERAH RAWAN BENCANA GERAKAN TANAH DI KABUPATEN SINJAI

  • Irto Suleman
  • A. M. Imran
  • Hazairin Zubair
Keywords: Gerakan tanah, Rencana Tata Ruang Wilayah, Sistem Informasi Geografis, zona kerentanan

Abstract

Gerakan tanah merupakan suatu peristiwa alam yang pada saat ini frekuensi kejadiannya semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk (1). Memetakan daerah rawan bencana gerakan tanah di Kabupaten Sinjai (2). Mengevaluasi arahan struktur dan pola ruang berdasarkan sebaran daerah rawan bencana gerakan tanah di Kabupaten Sinjai. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Sinjai Propinsi Sulawesi Selatan, periode bulan Agustus-September 2012. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan melakukan analisis dokumen terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), observasi dan wawancara. Analisis data menggunakan metode overlay (tumpang tindih) dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) terhadap parameter kemiringan lereng, geologi, struktur geologi, curah hujan penggunaan lahan dan infrastruktur menghasilkan sebaran zonasi kerawanan gerakan tanah, serta overlay peta rawan bencana gerakan tanah  dengan peta rencana tata ruang wilayah untuk menghasilkan rekomendasi perencanaan pengembangan wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian terbagi atas empat zona kerentanan gerakan tanah, yaitu (1) Zona kerentanan gerakan tanah tinggi, (2) Zona kerentanan gerakan tanah menengah, (3) zona kerentanan gerakan tanah rendah dan (4) Zona kerentanan gerakan tanah sangat rendah. Sedangkan evaluasi pemanfaatan ruang  terdiri atas daerah yang sudah sesuai dan daerah yang belum sesuai peruntukkannya berdasarkan sebaran daerah rawan gerakan tanah. Kesimpulannya adalah Pada wilayah Kabupaten Sinjai  terdapat empat zona kerentanan tanah yaitu zona kerentanan tinggi seluas 1352 Ha (1,6% dari luas wilayah kabupaten) lokasi dominan yaitu : Tompobullu, Bontokatute, Bijinangka, Gunung Perak, Pattongko, Kompang,  zona kerentanan menengah seluas  37403 Ha (45,7% dari luas wilayah kabupaten) lokasi dominan yaitu: Bullupoddo, Barambang, Barania, Bonto, Bontolempangang, Lamatti rilau, zona kerentanan rendah seluas 43055 Ha (52,5% dari luas wilayah kabupaten) lokasi dominan yaitu : Biringere, Kampala, dan zona kerentanan sangat rendah seluas 186 Ha (0,2% dari luas wilayah kabupaten) lokasi dominan yaitu: Bongki, Lappa.
Published
05-04-2014
How to Cite
Suleman, I., Imran, A., & Zubair, H. (2014). EVALUASI PEMANFAATAN RUANG BERDASARKAN SEBARAN DAERAH RAWAN BENCANA GERAKAN TANAH DI KABUPATEN SINJAI. MUSTEK ANIM HA, 3(1), 11-20. Retrieved from http://ejournal.unmus.ac.id/index.php/mustek/article/view/182