KARAKTERISTIK BETON NON STRUKTUR DARI BAHAN LOKAL DI DISTRIK MUTING MERAUKE PERBATASAN REPUBLIK INDONESIA – PAPUA NEUGINI

  • Daud Andang Pasalli
Keywords: pasir Muting Merauke, kerikil Muting Merauke, beton dan kuat tekan

Abstract

Pemenuhan pembangunan untuk masyarakat di Kabupaten Merauke khususnya pembangunan perumahan masyarakat dan fasilitas umum yang berada di  daerah perbatasan perlu dukungan teknologi dibidang bahan bangunan guna memberikan pedoman dan masukan teknik khususnya syarat mutu dan kualitas terhadap bahan dan material yang akan digunakan dalam pembangunan perumahan dan fasilitas umum yang menggunakan beton non struktur. Agregat Lokal di Distrik Muting Kabupaten Merauke perbatasan Republik Indonesia dengan Papua Neugini yang merupakan bahan lokal perlu pengujian untuk membuktikan secara teknis apakah memiliki sifat agregat yang baik untuk membuat beton non struktur, meliputi sifat-sifat fisika agregat antara lain berat jenis, berat satuan, gradasi, kandungan lumpur, kandungan zat organik, kekuatan/kekerasan agregat kasar, kuat tekan beton dan modulus elastisitas beton.Dalam penelitian ini digunakan Agregat Lokal di Distrik Muting-Merauke, semen Portland type I merk Semen Gresik dan air dari Loratorium Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil Universitas Musamus. Untuk perancangan adukan beton ditetapkan nilai faktor air semen 0,45, 0,50 dan 0,55 serta nilai slump 10 1.Gradasi pasir  dapat digolongkan ke dalam daerah III (agak halus), modulus halus butirnya berkisar 1,4-2,3. Untuk butir maximum 4,8 mm dan 2,4 mm modulus halus butirnya berturut-turut 1,96 dan  1,4. Berat satuan pasir  butir maksimum 4,8 mm dan 2,4 mm berturut-turut sebesar 1,58 dan 1,56 gr/cm3. Berat jenis pasir  antara 2,6 - 2,8 dan daya serap airnya antara 3,1 % - 4,7 %. Kadar lumpur rata-rata pasir sebesar 2,6 % dan kandungan zat organiknya rendah. Gradasi kerikil memenuhi syarat kerikil dengan besar butiran maksimum 40 mm. Modulus halus butirnya sebesar 7,3. Berat satuan kerikil sebesar 1,54. Kerikil berat  jenisnya 2,4-2,5 dan daya serap air jenuh kering muka 5,4 %. Kekerasan kerikil dengan menggunakan Bejana Rudellof, sebesar  23,6 %. Ketahanan aus kerikil dengan menggunakan alat uji derak Los Angeles sebesar 46,9%. Kuat tekan silinder  beton-A, beton-B dan beton-C berturut-turut sekitar 23,3 MPa - 29,7 MPa dengan berat semen/m3 377,6 kg - 467,9 kg ,  19,4 MPa - 25,1 MPa dengan berat semen/m3  396,9 kg - 468,5 kg dan  21,9 MPa - 35,0 MPa dengan berat semen/m3 388,9 kg - 555,1 kg. Secara umum pasir dan kerikil dari bahan lokal di Distrik Muting Merauke memiliki sifat agregat yang dapat digolongkan  memenuhi sifat agregat standar , walaupun beberapa sifat agregatnya cenderung di bawah standar. Beton non struktur dari bahan lokal di Distrik Muting Merauke memiliki sifat-sifat yang baik sehingga dapat memenuhi sifat beton standar,  namun kebutuhan semen/m3 beton cenderung lebih banyak jika dibandingkan dengan beton normal.
Published
03-08-2014
How to Cite
Pasalli, D. (2014). KARAKTERISTIK BETON NON STRUKTUR DARI BAHAN LOKAL DI DISTRIK MUTING MERAUKE PERBATASAN REPUBLIK INDONESIA – PAPUA NEUGINI. MUSTEK ANIM HA, 3(2), 122-137. Retrieved from http://ejournal.unmus.ac.id/index.php/mustek/article/view/190