PENGARUH TERMAL DALAM RUANGAN PERPUSTAKAAN TERHADAP KONDISI BUKU DAN KENYAMANAN PEMBACA (STUDI KASUS PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS MUSAMUS MERAUKE)

  • Muchlis Alahudin
Keywords: Perpustakaan, Kondisi Buku, Kenyamanan Termal, Unmus

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor suhu, kelembaban, intensitas cahaya dan kebisingan terhadap kondisi koleksi buku dan kenyamanan pengunjung perpustakaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pendekatan kuantitatif. Variabel standar kenyaman termal adalah temperatur, kelembaban, intensitas cahaya dan kebisingan, variabel  yang diamati dalam penelitian ini adalah: 1). Bangunan (Luasan bangunan, luas bukaan, orientasi dan perabot), 2). Kondisi termal (Suhu, kelembaban, kecepatan udara, cahaya dan kebisingan), dan 3). Koleksi bacaan (buku dan CD) dan kondisi lingkungan sekitar  perpustakaan. Sementara alat ukur yang dipakai dalam penelitian adalah: 1). Thermo Hygrometer, (2). Environtment Meter, (3). Anemometer, dan 4). Meteran. Hasil perekaman dan pengukuran dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan standar kenyamanan penelitian Talarosha (2005). Perwujudan dari desain arsitektur untuk bangunan perpustakaan perlu memperhatikan beberapa hal antara lain kondisi suhu, kelembaban, cahaya dan kebisingan, disamping itu peletakan penyimpanan koleksi perpustakaan, sirkulasi pengunjung sangat perlu diperhatikan. Ini dikarekana suhu, kelembaban, cahaya sangat mempengaruhi kondisi koleksi perpustakaan (buku, majalah, koran, CD dan koleksi lainnnya), dengan 3 (tiga) faktor termal diatas ditambah dengan faktor kebisingan akan mempengaruhi kenyaman pengujung perpustakaan. Dengan mengetahui kondisi termal (suhu, kelembaban, cahaya dan kebisingan) dapat menjadi acuan nantinya dalam pembangunan/pengembangan perpustakaan. Kondisi suhu di perpustakaan Universitas Musamus (UNMUS) Merauke berkisar antara 29.28 – 32.93oC (didalam bangunan), 29.31 – 35.00oC (diluar bangunan), 29.61 – 31.62oC (di dalam lemari rak buku), kelembaban 62.44 – 79.33% (didalam bangunan), 61.61 – 75.83% (diluar bangunan), kecepatan angin 0.26 – 0.51m/s (didalam bangunan), 0.63 – 2,55 m/s (diluar bangunan), kebisingan 51.72 – 70.82 dB (didalam bangunan), 52.26 – 74.79 dB (diluar bangunan), Intensitas cahaya 52 – 208.20 lux (di dalam bangunan dengan ketinggian meja baca/+ 75 cm). Disimpulkan kondisi termal di dalam perpustakaan Universitas Musamus jauh dari dari kata Nyaman baik bagi koleksi perpustakaan maupun pengguna perpustakaan.
Published
03-08-2014
How to Cite
Alahudin, M. (2014). PENGARUH TERMAL DALAM RUANGAN PERPUSTAKAAN TERHADAP KONDISI BUKU DAN KENYAMANAN PEMBACA (STUDI KASUS PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS MUSAMUS MERAUKE). MUSTEK ANIM HA, 3(2), 149-165. Retrieved from http://ejournal.unmus.ac.id/index.php/mustek/article/view/192