ANALISIS PERBANDINGAN NILAI TAHANAN PENTANAHAN MENGGUNAKAN ELEKTRODA BATANG (ROD) JENIS CROM TEMBAGA, ALLLUMINIUM, BESI, DENGAN MEDIA TANAH PASIR LUMPUR DAN TANAH LIAT

  • Acep Ponadi
Keywords: Megger, tanah, elektroda, pentanahan

Abstract

Sistem pentanahan merupakan salah satu faktor penting dalam usaha pengamanan (perlindungan) sistem tenaga listrik saat terjadi gangguan yang disebabkan oleh arus  lebih dan tegangan lebih.  Arus gangguan ini menimbulkan gradient tegangan antara peralatan dengan peralatan, peralatan dengan tanah, serta pada permukaan tanah itu sendiri. Salah satu cara untuk memperkecil gradient tegangan permukaan tanah yaitu  dengan suatu elektroda pembumian yang ditanam kedalam tanah. Nilai tahanan tanah sangat dipengaruhi oleh nilai tahanan jenisnya, sehingga perlu dilakukan  pengukuran secara akurat dari karakteristik tanah.Mengetahui perbandingan  nilai  tahanan pentanahan jenis elektroda besi, crom tembaga, aluminium yang ditanam tegak lurus, metode empat titik, untuk pengukuran 3 jenis tanah yaitu tanah pasir, tanah liat, tanah lumpur menggunakan elektroda batang tunggal  (driven rod) mulai dari kedalaman 0,50 – 1,50 meter.Kondisi jenis tanah pasir nilai rata – rata tahanan jenis tanah pada kedalaman 1,50 m elektroda besi  sebesar 61,510 Ω-m dan tahanan pentanahan sebesar 39,124 Ω, elektroda crom tembaga nilai rata – rata tahanan jenis tanah sebesar 69.080 Ω-m, tahanan pentanahan sebesar     43.940 Ω serta aluminium nilai rata – rata tahanan jenis tanah sebesar 92.153 Ω-m, tahanan pentanahan sebesar 58.615 Ω. Untuk tanah liat nilai rata – rata tahanan jenis tanah pada kedalaman 1,50 m elektroda besi  sebesar 3,142 Ω-m dan tahanan pentanahan sebesar 1,998 Ω, elektroda crom tembaga nilai rata – rata tahanan jenis tanah sebesar 3.427 Ω-m, tahanan pentanahan sebesar 2.180 Ω serta aluminium nilai rata – rata tahanan jenis tanah sebesar 6.283 Ω-m, tahanan pentanahan sebesar 3.997 Ω. Untuk tanah lumpur nilai rata – rata tahanan jenis tanah pada kedalaman 1,50 m elektroda besi  sebesar 0,956 Ω-m dan tahanan pentanahan sebesar 0,608 Ω, elektroda crom tembaga nilai rata – rata tahanan jenis tanah sebesar 0.820 Ω-m, tahanan pentanahan sebesar 0.521 Ω serta aluminium nilai rata – rata tahanan jenis tanah sebesar 0.915 Ω-m, tahanan pentanahan sebesar 0.582 Ω, dan cenderung menurun ketika kedalaman ditambah.
Published
03-08-2014
How to Cite
Ponadi, A. (2014). ANALISIS PERBANDINGAN NILAI TAHANAN PENTANAHAN MENGGUNAKAN ELEKTRODA BATANG (ROD) JENIS CROM TEMBAGA, ALLLUMINIUM, BESI, DENGAN MEDIA TANAH PASIR LUMPUR DAN TANAH LIAT. MUSTEK ANIM HA, 3(2), 166-185. Retrieved from http://ejournal.unmus.ac.id/index.php/mustek/article/view/193