ADAPTASI BENTUK DAN FUNGSI ARSITEKTUR RUMAH TRADISIONAL BUGIS-MAKASSAR DI KAMPUNG KUMBE, MERAUKE

  • Sari Octavia
  • Yashinta Irma Pratami Hematang
Keywords: arsitektur tradisional, rumah adat, rumah bugis-makassar, kampung Kumbe

Abstract

Merauke merupakan daerah yang multi etnis sehingga dapat dikatakan sebagai miniatur Indonesia karena terdapat banyak suku bangsa dari daerah lain yang mendiami kabupaten Merauke. Salah satunya adalah suku Bugis-Makassar. Suku Bugis-Makassar banyak mendiami daerah sepanjang pesisir pantai. Pendatang inilah yang membawa kebudayaan dari daerah asal mereka. Salah satunya rumah tradisional yang menjadi bagian penting dalam kehidupan keseharian mereka.Penelitian ini adalah penelitian kualitatif terkait dalam  upaya menjelaskan  rumah Bugis-Makassar yang ada di Kampung Kumbe dalam konteks Arsitektur Tradisional sebagai eksplorasi konsep bangunan yang pernah dikembangkan pada masa lalu untuk dilihat bagaimana perkembangannya pada masa kini di dalam lingkungan baru yang jauh dari asal tradisinya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa akulturasi budaya setempat dengan budaya asal sangat kurang,  hal ini terlihat dari bentukan bangunan yang tidak mengalami perubahan dan tidak adanya kearifan lokal yang diadaptasi kedalam bentuk rumah tradisional. Hilangnya makna simbolik terhadap elemen-elemen arsitektural seperti makna ragam hias yang tidak lagi menunjukkan status sosial tetapi hanya berfungsi sebagai pemanis (ornamen) bangunan serta fungsi ruangan hanya sebatas pada kebutuhan pemilik rumah tanpa memperhatikan filosofi budaya asal.
Published
04-12-2017
How to Cite
Octavia, S., & Hematang, Y. (2017). ADAPTASI BENTUK DAN FUNGSI ARSITEKTUR RUMAH TRADISIONAL BUGIS-MAKASSAR DI KAMPUNG KUMBE, MERAUKE. MUSTEK ANIM HA, 6(3), 286-298. https://doi.org/10.35724/mustek.v6i3.711