Analisis Kandungan Aluminium Dalam Kaleng Bekas Untuk Pembuatan Tawas

  • Novike Bela Sumanik Universitas Musamus
  • John Yoro Parlindungan Universitas Musamus
  • Rosalinda Zeniona Maarebia Universitas Musamus
Keywords: aluminium, kaleng bekas, tawas

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk menganalisis kandungan aluminium dari kaleng bekas minuman yang merupakan limbah masyarakat. Kaleng bekas yang digunakan pada penelitian ada 4 jenis yaitu bear brand (putih), yeos cincau, larutan penyegar cap kaki 3 serta milo. Penelitian ini menggunakan metode sebagai berikut menyiapkan sampel, preparasi bahan, pelarutan,  pengendapan, pemanasan, pengenceran, pencucian dan pengeringan. Analisis kadar aluminium menggunakan ICP OES. Hasil penelitian didapatkan bahwa kandungan aluminium pada kaleng bekas     

References

Ariani, N. M., & Mahmudah, L. (2017). Recycle Afalan Kemasan Aluminium Foil Sebagai Koagulan Pada IPAL. Jurnal Teknologi Proses Dan Inovasi Industri, 2(2).
Badan Pusat Statistik. (2011). Statistik Lingkungan Hidup Indonesia 2018. 65. https://doi.org/3305001
Busyairi, M., & Sarwono, E. (2018). Pemanfaatan Alumunium dari Limbah Kaleng Bekas Sebagai Bahan Baku Koagulan Untuk Pengolahan Air Asam Tambang. Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan Teknologi Lingkungan, 10(November 2017), 15–25.
Buyang, Y. (2013). Analisis Kadar Kadmium dan Timbal pada Air di Lima Lokasi Sungai Totok (Mulai aktivitas, 500 m dan mulai aktivitas, tengah, antara tengah dan muara dan muara) SULAWESI UTARA. Jurnal Agricola.
Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Undang-undang Lingkungan Hidup Tentang Pencemaran Lingkungan. , (2009).
Manuntun, M., & Ayuningtyas, I. F. (2010). Kandungan Aluminium dalam Kaleng Bekas dan Pemanfaatannya dalam Pembuatan Tawas. Jurnal Kimia, 4(2), 180–186.
Manurung, M., & Ayuningtyas, I. F. (2010). Kandungan Aluminium dalam Kaleng Bekas dan Pemanfaatannya dalam Pembuatan Tawas. Jurnal Kimia, 4(2), 180–186.
Mulyadi, S., & Fenima, H. (2011). Karakterisasi sifat mekanis kaleng minuman (larutan lasegar, pocari sweat dan coca cola). Jurnal Ilmu Fisika, 3(2), 68–74.
Murni, H. P. (2017). Daur Ulang Aluminium dari Kaleng Bekas dan Beberapa Manfaatnya. Universitas Negeri Padang.
Nadia, A., Muhmudah, A., Setiartini, Y., Harysetiawan, R., & Jalaudin, L. (2014). Pembuatan Tawas. Jurnal Praktikum.
Purnawan, I., & Ramadhani, R. B. (2014). Pengaruh Konsentrasi KOH pada Pembuatan Tawas dari Kaleng Alumunium Bekas. Jurnal Teknologi, 6(July 2014).
Rettob, A. L., & Waremra, R. S. (2019). Pompa Air Bertenaga Energi Matahari (Solar Cell) Untuk Pengairan Sawah. Journal of Science Education, 1, 46–52.
Rizal, M. (2011). Analisis Pengelolaan Persampahan Perkotaan (Sudi kasus pada Kelurahan Boya Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala). Smartek, 9, 155–172.
Syaiful, M., Jn, A. I., & Andriawan, D. (2014). Efektivitas Alum dari Kaleng Minuman Bekas Sebagai Koagulan untuk Penjernihan Air. Jurnal Teknik Kimia, 20(4), 39–45.
Vogel. (1985). Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro. Jakarta: PT.Kalman Media Pusaka.
Wahyuni, S., Hakim, L., & Hasfita, F. (2016). Pemanfaatan Limbah Kaleng Minuman Alumunium Sebagai Penghasil Gas Hidrogen Menggunakan Katalis Natrium Hidroksida (NaOH). Jurnal Teknologi Kimia Unimal, 1, 92–104.
Published
17-10-2019
How to Cite
Sumanik, N., Parlindungan, J., & Maarebia, R. (2019). Analisis Kandungan Aluminium Dalam Kaleng Bekas Untuk Pembuatan Tawas. Musamus Journal of Science Education, 2(1), 39-46. https://doi.org/10.35724/mjose.v2i1.2244