Pengaruh Penggunaan Serat Baja terhadap Kuat Tekan Beton ALWA

  • Fedya Diajeng Aryani UNIVERSITAS GUNUNG RINJANI
Keywords: beton ALWA, serat baja, kuat tekan

Abstract

Gempa bumi merupakan bencana yang dapat merusak struktur bangunan, khususnya yang terbuat dari beton. Salah satu penyebabnya yaitu berat volume struktur bangunan beton yang tinggi. Oleh karena itu perlu dilakukan suatu inovasi pada material penyusun beton khususnya aggregat kasar. Pada Penelitian ini digunakan (Artificial Light Weight Aggregate) ALWA dengan bahan styrofoam untuk mensubtitusi aggregate kasar. Dalam proses pembuatannya styrofoam terlebih dahulu dilarutkan menggunakan aseton dan dibentuk menyerupai agregat kasar dengan ukuran 10mm sampai dengan 20 mm. Selalin itu untuk meningkatkan kuat tekan beton digunakan serat baja sebagai bahan tambahan. Jenis serat baja yang digunakan adalah jenis hooked dengan diameter 0.8 m, panjang 60 mm dan kuat tarik 1254 N/mm2. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin besar subtitusi ALWA maka semakin kecil nilai kuat tekannya. Nilai kuat tekan beton ALWA efektif ketika penambahan serat baja dengan prosentase ALWA sebesar 15% dengan nilai 34,03 MPa. Penggunaan ALWA berbahan styrofoam dapat digunakan pada beton struktural dengan prosentase tidak lebih dari 47,48% untuk beton tanpa serat baja dan 74,48% untuk beton dengan serat baja.

References

[1] I. G. P. Rakaa, Tavio, and M. D. Astawaa, “State-of-the-art report on partially-prestressed concrete earthquake-resistant building structures for highly-seismic region,” Procedia Eng., vol. 95, no. Scescm, pp. 43–53, 2014, doi: 10.1016/j.proeng.2014.12.164.
[2] M. D. Astawa, Tavio, and I. G. P. Raka, “Ductile structure framework of earthquake resistant of highrise building on exterior beam-column joint with the partial prestressed concrete beam-column reinforced concrete,” Procedia Eng., vol. 54, pp. 413–427, 2013, doi: 10.1016/j.proeng.2013.03.037.
[3] D. Raharjo, A. Subakti, and Tavio, “Mixed concrete optimization using fly ash, silica fume and iron slag on the SCC’s compressive strength,” Procedia Eng., vol. 54, pp. 827–839, 2013, doi: 10.1016/j.proeng.2013.03.076.
[4] B. Alam, Z. Ullah, F. U. Jan, K. Shahzada, and S. Afzal, “Investigation of Styrofoam as Lightweight Aggregate,” Int. J. Adv. Struct. Geotech. Eng. ISSN, vol. 02, no. 02, pp. 2319–5347, 2013.
[5] F. Diajeng Aryani, Tavio, I. Gusti Putu Raka, and Puryanto, “The influence of OPC and PPC on compressive strength of ALWA concrete,” MATEC Web Conf., vol. 195, pp. 1–10, 2018, doi: 10.1051/matecconf/201819501021.
[6] D. H. Darayani, T. Tavio, I. G. P. Raka, and P. Puryanto, “The Effect of Styrofoam Artificial Lightweight Aggregate (ALWA) on Compressive Strength of Self Compacting Concrete (SCC),” Civ. Eng. J., vol. 4, no. 9, p. 2111, 2018, doi: 10.28991/cej-03091143.
[7] Ashish, P. Kulkarni, M. E. Student, and A. P. Viit, “Experimental Investigation on Styrofoam Based Concrete,” Int. J. Mech. Prod. EngParanjeineering, no. 5, pp. 2321–2071, 2017, [Online]. Available: http://iraj.in.
[8] M. Wulandari, T. Tavio, I. G. P. Raka, and P. Puryanto, “Compressive Strength of Steel-Fiber Concrete with Artificial Lightweight Aggregate (ALWA),” Civ. Eng. J., vol. 4, no. 9, p. 2011, 2018, doi: 10.28991/cej-03091134.
[9] Y. J. Priyono and Nadia, “Pengaruh Penggunaan Styrofoam Sebagai Pengganti Agregat Kasar Terhadap Kuat Tekan Beton,” J. Konstr., vol. 5, no. 2, pp. 55–61, 2014, [Online]. Available: https://jurnal.umj.ac.id/index.php/konstruksia/article/download/279/255.
[10] Pujadi and M. Yola, “Analisis Sustainability Packaging dengan Metode Life Cycle Assessment ( LCA ),” UIN Sultan Syarif Kasim Riau, vol. 1, pp. 1–127, 2013.
[11] P. Pascasarjana, “Optimasai Diameter Serat,” 2007.
Published
30-04-2022
How to Cite
Aryani, F. (2022). Pengaruh Penggunaan Serat Baja terhadap Kuat Tekan Beton ALWA. Musamus Journal of Civil Engineering, 4(02), 51-55. https://doi.org/10.35724/mjce.v4i02.4302