https://ejournal.unmus.ac.id/index.php/civil/issue/feed Musamus Journal of Civil Engineering 2026-01-06T13:40:56+09:00 Muh. Akbar akabr@unmus.ac.id Open Journal Systems <p>Welcome to the official Musamus Journal of Civil Engineering</p> <p>Musamus&nbsp; Journal of Civil Engineering(MJCE) is a peer-reviewed journal published by Departement of Civil Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia. MJCE published twice a year (Oktober and April) available in the electronic and printed version. Hence, we are welcome submission paper in English or Indonesian language.</p> <p>ISSN&nbsp; Online : 2622-870X&nbsp; ISSN Cetak : 2622-8084</p> https://ejournal.unmus.ac.id/index.php/civil/article/view/7331 Analisis Prioritas Perbaikan Jalan Berbasis Multikriteria Menggunakan Analytic Hierarchy Process (AHP) 2026-01-05T16:12:15+09:00 Bintang Asa Rombe bintangrombe@gmail.com Muh. Akbar akabr@unmus.ac.id Chitra Utary utary_ft@unmus.ac.id Bartolomeus Krismanto Pauta pautakris@unmus.ac.id Hairulla hairulla@unmus.ac.id <p>Jalan merupakan prasarana transportasi darat yang memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan ekonomi, sosial, dan mobilitas masyarakat. Kerusakan jalan yang tidak segera ditangani dapat menurunkan efisiensi transportasi dan menghambat pertumbuhan ekonomi wilayah. Di Kabupaten Merauke, banyak jalan mengalami kerusakan cukup parah akibat tingginya beban lalu lintas, kondisi tanah dasar yang labil, serta curah hujan yang tinggi. Namun, keterbatasan anggaran menyebabkan pemerintah daerah harus menetapkan prioritas perbaikan jalan secara objektif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas perbaikan jalan menggunakan dua metode, yaitu <em>Pavement Condition Index</em> (PCI) untuk menilai tingkat kerusakan jalan secara visual dan kuantitatif, serta <em>Analytic Hierarchy Process</em> (AHP) untuk menentukan urutan prioritas berdasarkan beberapa kriteria yang berpengaruh. Lokasi penelitian mencakup tiga ruas jalan utama di Kabupaten Merauke: Jalan Gak, Jalan Pendidikan, dan Jalan Payum. Data dikumpulkan melalui survei visual lapangan, survei lalu lintas, serta penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang terdiri dari masyarakat, pelajar, mahasiswa, Dinas PUPR, dan konsultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga ruas jalan berada dalam kondisi sangat buruk (<em>very poor</em>) berdasarkan nilai PCI. Kriteria kondisi kerusakan jalan memiliki bobot tertinggi yaitu 0,52, diikuti volume lalu lintas (0,24), mobilitas (0,13), dan tata guna lahan (0,11). Sementara itu, urutan prioritas perbaikan berdasarkan hasil AHP adalah Jalan Pendidikan (0,51), Jalan Gak (0,38), dan Jalan Payum (0,15). Dengan demikian, Jalan Pendidikan direkomendasikan sebagai prioritas utama perbaikan karena tingkat kerusakan parah dan mobilitas pengguna yang tinggi menuju kawasan pendidikan.</p> 2025-10-31T00:00:00+09:00 Copyright (c) 2026 Musamus Journal of Civil Engineering https://ejournal.unmus.ac.id/index.php/civil/article/view/7333 Evaluasi Pintu Air Primer pada Daerah Irigasi Kampung Sumber Harapan Kabupaten Merauke 2026-01-05T15:58:36+09:00 Jean Esther Kamasean Semben Jeansemben18@gmail.com Dina Limbong Pamuttu dinalimbong@unmus.ac.id Budi Doloksaribu budi@unmus.ac.id Siti Nur Indah Sari snisari@unmus.ac.id <p>Masalah genangan air dan kekeringan di daerah irigasi Kampung Sumber Harapan, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, terjadi akibat topografi yang relatif datar dan terbatasnya kapasitas pintu air yang hanya mampu melayani 1.350 Ha dari total 1.512 Ha lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung dan membandingkan besar debit kabutuhan air dan kapasitas pintu air di daerah irigasi tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode harza dan metode penman modifikasi. Metode harza adalah metode empiris yang digunakan untuk menghitung curah hujan efektif untuk irigasi sedangkan variasi dari metode Penman yang digunakan untuk menghitung evapotranspirasi potensial, yaitu perkiraan jumlah air yang hilang dari permukaan tanah dan tanaman ke atmosfer. Hasil penelitian menunjukkan debit kebutuhan air sebesar 3,157 m³/detik dengan debit kapasitas pintu air sebesar 5,673 m³/detik pada kondisi pintu air yang bekerja secara optimal. Dengan kapasitas debit pintu air sesuai kondisi eksisting sebesar 7,564 m³/detik, terdapat daerah persawahan seluas 162 Ha tidak tidak mendapatkan pasokan air yang cukup. Dengan demikian diperlukan tinjauan pada daerah irigasi yang belum mampu mengalirkan air pada daerah persawahan.</p> 2025-10-31T00:00:00+09:00 Copyright (c) 2026 Musamus Journal of Civil Engineering https://ejournal.unmus.ac.id/index.php/civil/article/view/7334 Analisis Resiko Pelaksanaan Pembangunan Gedung Laboratorium Terpadu FKIP dan FAPERTA Universitas Musamus 2026-01-05T15:58:36+09:00 Lucya Meilani Dumatubun dlucya7@gmail.com Budi Doloksaribu budi@unmus.ac.id Jeni Paresa jeny@unmus.ac.id <p>Meningkatnya minat masyarakat Papua Selatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi mendorong Universitas Musamus membangun gedung laboratorium terpadu FKIP dan FAPERTA sebagai fasilitas penunjang. Pembangunan gedung bertingkat ini dilakukan untuk mengatasi keterbatasan lahan dan memenuhi kebutuhan laboratorium modern, meskipun dalam pelaksanaan proyek ini memiliki kompleksitas tinggi serta potensi resiko dari berbagai aspek. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resiko proyek yang berpotensi memengaruhi keberhasilan pembangunan laboratorium. Penelitian ini menggunakan metode analisis resiko melalui pendekatan <em>Severity Index</em> dan <em>Probability Impact Matrix</em> guna mengevaluasi tingkat resiko yang berpotensi memengaruhi pelaksanaan proyek. Berdasarkan hasil penelitian terhadap 52 reponden, dari total 55 butir pertanyaan yang digunakan dalam proses identifikasi, diperoleh 28 variabel resiko yang dinyatakan valid dan 8 kategori resiko yang terbukti reliabel. Resiko yang termasuk dalam kategori tinggi <em>(high)</em> mencapai 57% (16 variabel) dan resiko yang berada pada kategori sedang <em>(medium) </em>sebanyak 43% (12 variabel)<em>, </em>tanpa ada resiko dengan kategori rendah <em>(low). </em>Resiko dengan tingkat tinggi perlu segera ditangani melalui langkah mitigasi, sementara resiko menengah dapat dikendalikan dengan pemantauan rutin selama pelaksanaan proyek guna meminimalisir potensi kerugian.</p> 2025-10-31T00:00:00+09:00 Copyright (c) 2026 Musamus Journal of Civil Engineering https://ejournal.unmus.ac.id/index.php/civil/article/view/7335 Tinjauan Nilai Kembang Susut Tanah Dasar Terhadap Kerusakan Jalan 2026-01-05T15:58:36+09:00 Faizal Irjayadi faizalirjayadi99@gmail.com Suyadi suyadi@unmus.ac.id Yance Kakerissa kakerissa@unmus.ac.id <p>Peningkatan pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Merauke dalam beberapa tahun terakhir semakin intensif, salah satunya dipengaruhi oleh pemekaran daerah otonomi baru yang menuntut konektivitas antarkawasan lebih baik. Dalam konteks tersebut, perencanaan dan pembangunan jalan seharusnya didasarkan pada kondisi tanah dasar (subgrade) yang memadai, karena tanah dasar berperan langsung terhadap stabilitas struktur perkerasan. Identifikasi sifat tanah dasar menjadi penting untuk mengetahui adanya potensi kembang susut akibat perubahan kadar air, sehingga langkah mitigasi dapat dirancang sejak tahap perencanaan guna meminimalkan risiko kerusakan dini seperti retak, gelombang, dan penurunan lokal. Salah satu lokasi yang mengalami permasalahan terkait kondisi tanah dasar adalah Jalan Netto. Indikasi kerusakan yang muncul mengarah pada kemungkinan adanya tanah dengan karakteristik kembang susut, sehingga diperlukan riset untuk menilai tingkat kerentanannya. Pengklasifikasian tanah dilakukan menggunakan metode AASHTO dan USCS untuk memahami jenis dan perilaku material tanah setempat. Selanjutnya, penentuan tingkat potensi kembang susut dianalisis melalui metode Swelling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah pada Jalan Netto termasuk kategori tanah berlanau, yang tetap memiliki potensi perubahan volume akibat fluktuasi kadar air meskipun tidak tergolong ekstrem. Nilai uji Swelling pada kepadatan 65% menunjukkan peningkatan bertahap, yaitu titik 1 sebesar 3,25; titik 2 sebesar 3,51; dan titik 3 sebesar 3,70, yang menandakan adanya kecenderungan pengembangan volume yang perlu diantisipasi dalam desain perkerasan dan sistem drainase.</p> 2025-10-31T00:00:00+09:00 Copyright (c) 2026 Musamus Journal of Civil Engineering https://ejournal.unmus.ac.id/index.php/civil/article/view/7336 Perencanaan Perkerasan Lentur (Flexible Pavement) Menggunakan Metode Manual Desain Perkerasan Jalan 2024 2026-01-05T15:58:37+09:00 Mardianto Patiku martopatiku23@gmail.com Dina Pasa Lolo dinapasa@unmus.ac.id Chitra Utary utary_ft@unmus.ac.id <p>Ruas Jalan Kamizaun Mopah Lama di Kabupaten Merauke merupakan jalan lokal primer yang mengalami kerusakan pada lapisan perkerasannya, sehingga menurunkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Kondisi tersebut memerlukan perencanaan ulang struktur perkerasan agar mampu menahan beban lalu lintas sesuai umur rencana. Penelitian ini bertujuan merencanakan struktur perkerasan lentur yang kuat, efisien, dan sesuai dengan kondisi eksisting. Metode yang digunakan adalah Manual Desain Perkerasan Jalan (MDPJ) 2024 yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga. Pengumpulan data dilakukan melalui pengujian <em>Dynamic Cone Penetrometer</em> (<em>DCP</em>) untuk memperoleh nilai <em>CBR</em> tanah dasar serta survei Lalu Lintas Harian Rata-Rata (LHR) selama tujuh hari. Hasil penelitian menunjukkan nilai <em>CBR</em> desain sebesar 3,6%, sedangkan nilai <em>CESAL</em> (<em>Cumulative Equivalent Single Axle Load</em>) dihitung berdasarkan volume kendaraan niaga, distribusi arah, distribusi lajur, dan pertumbuhan lalu lintas selama umur rencana 20 tahun. Berdasarkan perhitungan menggunakan bagan desain MDPJ 2024, diperoleh tebal lapisan perkerasan lentur terdiri atas <em>AC-WC</em> 60 mm, LPA Kelas A 200 mm, dan LPA Kelas B 150 mm. Hasil penelitian menunjukkan struktur perkerasan yang direncanakan memenuhi kebutuhan daya dukung lalu lintas dan kondisi tanah dasar, serta dapat menjadi acuan dalam perencanaan dan rehabilitasi jalan di Kabupaten Merauke maupun daerah lainnya.</p> 2026-01-05T15:57:18+09:00 Copyright (c) 2026 Musamus Journal of Civil Engineering https://ejournal.unmus.ac.id/index.php/civil/article/view/7337 Pemetaan Klasifikasi Tanah Permukaan Pada Kawasan Pelabuhan Perikanan Nusantara Kabupaten Merauke Berdasarkan Sifat Fisis Berbasis Sistem Informasi Geografis 2026-01-05T15:58:37+09:00 Yohanes Rio Florentino Dahur florendahur@gmail.com Yance Kakerissa kakerissa@unmus.ac.id Chitra Utary utary_ft@unmus.ac.id Daud Andang Pasalli daudap@unmus.ac.id <p>Kabupaten Merauke merupakan salah satu dari kabupaten di papua selatan yang saat ini mengalami peningkatan dari tahun-ketahun dalam bgerbagai sektor, salah satunya dalam sektor pembangunan infrastruktur, sehingga perlu dilakukan pemetaan klasifikasi tanah dalam perencanaan konstruksi infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan klasifikasi tanah permukaan di Kawasan Pelabuhan Perikanan Nusantara, Kabupaten Merauke, menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) berdasarkan sifat fisis tanah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data fisis tanah yang mencakup pengujian kadar air, bobot isi, berat jenis, batas cair, batas plastis, dan indeks plastisitas, analisa saringan dan hydrometer. Sistem klasifikasi ada tiga yaitu sistem AASHTO, sistem USCS dan sitem Unifikasi SNI 6371-2015 yang kemudian diintegrasikan dengan data geografis, analisis special data menggunakan software ArcGIS 10.8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah di wilayah penelitian didominasi oleh jenis tanah lanau dengan klasifikasi A-5 dan A-4 menurut sistem AASHTO serta kategori MH dan ML menurut sistem USCS. Peta klasifikasi yang dihasilkan memberikan informasi yang bermanfaat untuk perencanaan konstruksi, terutama dalam menentukan jenis pondasi yang tepat. Penelitian ini menghasilkan peta klasifikasi tanah yaitu jenis tanah lanau.</p> 2026-01-05T15:58:11+09:00 Copyright (c) 2026 Musamus Journal of Civil Engineering https://ejournal.unmus.ac.id/index.php/civil/article/view/7232 Pengaruh Variasi Persentase Agregat Halus Terhadap Kuat Tekan Beton Fast Track 2026-01-06T13:40:56+09:00 Muhammad Yazid muhammad.yazid@univrab.ac.id Doni Rinaldi Basri abc@unmus.ac.id Tony Hartono Bagio abc@unmus.ac.id Eko Budianto abc@unmus.ac.id Mita Sari Lubis abc@unmus.ac.id <p>Penelitian ini menyelidiki pengaruh kandungan agregat halus (pasir) terhadap kekuatan tekan beton Fast Track yang dirancang untuk kekuatan target 35 MPa. Beton Fast Track dimaksudkan untuk mencapai kekuatan awal yang tinggi; oleh karena itu, proporsi campuran yang optimal sangat penting untuk mempertahankan kinerjanya. Variabel independen adalah variasi kandungan pasir sebesar 30%, 35%, dan 40%, sedangkan variabel dependen adalah kekuatan tekan yang diukur pada 3 dan 5 hari untuk beton Fast Track dan pada 14 dan 21 hari untuk beton normal. Metode eksperimental diterapkan menggunakan spesimen silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Desain campuran mengikuti SNI 03-2834-2000. Hasil menunjukkan bahwa kandungan pasir secara signifikan memengaruhi kekuatan tekan. Campuran yang mengandung 30% pasir mencapai kekuatan tertinggi, yaitu 23,25 MPa pada 3 hari dan 26,19 MPa pada 5 hari. Peningkatan kadar pasir hingga 40% menurunkan kekuatan tekan menjadi 20,38 MPa pada 3 hari dan 18,54 MPa pada 5 hari. Untuk beton normal, kekuatan tekan melebihi nilai desain, mencapai 35,23 MPa pada 14 hari dan 38,30 MPa pada 21 hari. Secara keseluruhan, kadar pasir 30% adalah komposisi yang paling optimal untuk beton Fast Track, sementara beton normal dengan desain campuran yang sama berhasil memenuhi dan melampaui kekuatan desain.</p> 2025-10-31T00:00:00+09:00 Copyright (c) 2026 Musamus Journal of Civil Engineering