Analysis Chemical and Microbiological Content of Tuna Fish Crackers in Momojiu Village of Morotai Island

  • Rinto Muhammad Nur Universitas Pasifik Morotai, Indonesia
  • Iswandi Wahab Universitas Pasifik Morotai, Indonesia
  • Albu Seba Universitas Pasifik Morotai, Indonesia
Keywords: Chemical content, Protein content, Water content, Microbiological quality; Kamplang Crackers

Abstract

Crackers are one form of small food that most Indonesians have long known. As well as variants in side dishes, crackers can be eaten as exciting foods. Kamplang crackers are produced from sago flour and fish as a local food product. This study aimed to examine tuna crackers' chemical content and the total plate count (TPC). This study was conducted at the Faculty of Fisheries and Marine Sciences Laboratory, Universitas Pasifik Morotai. This research began with the development of bean media tauge extract agar (TEA) extract, measuring the quality of water, protein content, and ALT cracker kamplang tuna fish. The findings showed 4 percent of the water content of crackers and 58.37 percent of protein. The number of colonies of bacteria <25, so it is not used in calculations. This number of microbes complies with SNI 01-2332.3:2006 in tuna crackers.

References

Afrila, A. & Budi, S. (2011). Water Holding Capacity (WHC), Kadar Protein, dan Kadar Air Dendeng Sapi pada Berbagai Konsentrasi Ekstrak Jahe (Zingiber officinale Roscoe) dan Lama Perendaman yang Berbeda. Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak, 6(2).

Anand, C., Jeyasekaran, G., Shakila, R. J., & Edwin, S. (2002). Baceriological Quality of Sea Foods Landed in Tuticorin Fishing Harbour of Tamilnadu, India. Indian Journal of Food Science and Technology, 39(5), 694 - 697.

Ashok, K. P. (2008). Bacterial Resistance toAntimicrobial Agents and Microbiological Quality among Escherichia coli Isolated from Dry Fishes in Southeast Coast of India. Sciences-New York, 13(6), 3984–3989.

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). 2008. Penetapan Batas Maksimum Cemaran Mikroba dan Kimia dalam Makanan. Peraturan Kepala BPOM, Jakarta.

BSN. (2006). Standar Nasional Indonesia 01-2332.3:2006. Cara Uji Mikrobiologi, Bagian 3: Penentuan Angka Lempeng Total (ALT) pada Produk Perikanan. Badan Standarisasi Nasional Indonesia. Jakarta.

BSN. (2006). Standar Nasional Indonesia 01-2354.4:2006. Cara Uji Kimia, Bagian 4: Penentuan Kadar Protein dengan Metode Total Nitrogen pada Produk Perikanan. Badan Standarisasi Nasional Indonesia. Jakarta.

BSN. (2009). Standar Nasional Indonesia 2713.3:2009. Kerupuk Ikan, Bagian 3: Penanganan dan Pengolahan. Badan Standarisasi Nasional Indonesia. Jakarta.

BSN. (2015). Standar Nasional Indonesia 2332.3:2015. Cara Uji Mikrobiologi, Bagian 3: Penentuan Angka Lempeng Total (ALT) pada Produk Perikanan. Badan Standarisasi Nasional Indonesia. Jakarta.

Cahyono, D., Padiaga, M. C., & Safitri, M. E. (2013). Kajian Kualitas Mikrobiologi (Total Plate Count (TPC), Enterobacteriaceae dan Staphylococcus aureus Susu Sapi Segar di Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo. Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak, 8(1), 1-8.

Cahyono, H., Hertati R., & Djunaidi. (2018). Analisis Proksimat Dan Organoleptik Kerupuk Ikan Lele (Clarisas sp.) terhadap Standar Nasional Indonesia (SNI) Di Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo Provinsi Jambi. Jurnal Pengolahan Sumber Daya Perairan, 3(2).

Dailami, M., Rahmawati, A., Saleky, D., & Toha, A. H. . (2021a). Ikan Nila. Brainy Bee.

Dailami, M., Rahmawati, A., Saleky, D., & Toha, A. H. A. (2021b). DNA barcoding of tilapia fish from Merauke, Papua and Malang, East Java-Indonesia. AACL, 14(2), 849–858.

Danarsi, C. S., & Noer, E. R. (2016). Pengaruh Lama Penyimpanan terhadap Mutu Mikrobiologi Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) Bubur Instan dengan Subtitusi Tepung Ikan Gabus dan Tepung Labu Kuning. Journal of Nutrition College, 5(2), 58-63.

DeMan. (1997). Kimia Makanan, Edisi Kedua. ITB Bandung. Bandung.

Deni, S., Hardjito, L., & Salamah, E. (2013) Pemanfaatan Daging Ikan Tuna Sebgai Kerupuk Kamplang dan Karakteristik Produk yang Dihasilakan. Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan, 6(2), 6-14.

Huda, N., Ang L. L., Chung, X. Y.,& Herpandi. (2010). Chemical Composition, Colour and Linear Expansion Properties of Malaysian Commercial Fish Cracker (Keropok). Asian Journal of Food and Agro-Industry, 3(5), 473-482.

Infofish. (2002). Handling and Processing of Tuna for Sashimi and Fresh or Chilled Product. Infofish Technical Handbook 1. Kuala Lumpur: Infofish.

Laiya, N., Harimani, R. M., &Yusuf, N. (2014). Formulasi Kerupuk Ikan Gabus yang Disubstitus dengan Tepung sagu.Jurnal Ilmiah Perikanan dan Ilmu Kelautan, 2(2), 81-87.

Mareta, D. T. & Sofia, N. A. (2011). Pengemas Produk Sayuran dengan Bahan Kemas Plastik pada Penyimpanan Suhu Ruang dan Suhu Dingin. Jurnal Mediagro, 7(1), 26-40.

Miskiyah., & Broto, W. (2011). Pengaruh Kemasan Terhadap Kualitas Dadih Susu sapi. Buletin Peternakan, 35(2), 96-106.

Nugraha, A. (2003). Pembuatan minuman agar sebagai upaya diversifikasi produk agar-agar [skripsi].Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB. Bogor.

Nur, M. (2009). Pengaruh Cara Pengemasan, Jenis Bahan Pengemas, dan Lama Penyimpanan terhadap Sifat Kimia, Mikrobiologi, dan Organoleptik Sate Bandeng (Chanos chanos). Jurnal Teknologi dan Industri Hasil Pertanian, 4(1), 1-11.

Saleky, D., & Dailami, M. (2021). Konservasi Genetik Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer, Bloch, 1790) Melalui Pendekatan DNA Barcoding dan Analisis Filogenetik di Sungai Kumbe Merauke Papua. Jurnal Kelautan Tropis, 24(2), 141–150. https://doi.org/10.14710/jkt.v24i2.10760.

Sari, E. S. (2013). Pembuatan Krupuk Ikan Bandeng dengan Substitusi Duri Ikan Bandeng. Skripsi. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Semarang. Semarang

Sudarmadji, S., Haryono, B., & Suhardi. (1997). Prosedur Analisis untuk Bahan Makanan dan Pertanian, Edisi tiga. Liberty. Yogyakarta.

Sukmawati., & Hardianti,, F. (2018). Analisis total plate count (TPC) mikroba pada ikan asin kakap di Kota Sorong Papua Barat. Jurnal Biodjati, 3(1), 72—78.

Susilo, I. (2001). Pengaruh Penggunaan Cryoprotectantterhadap Kualitas Surimi Selama Penyimpanan Beku. Seminar Ilmiah. Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Surabaya.

Tababaka, T. (2004). Pemanfaatan tepung tulang ikan patin (Pangasius sp.) sebagai bahan tambahan kerupuk. [Skripsi]. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.Bogor.

Tarigan, E. P., Momuat L. I., & Suryanto, E. (2015). Karakterisasi dan aktivitas antioksidan tepung sagu baruk (Arenga microcarpha). Jurnal MIPA Unsrat Online, 4(2), 125—130.

USDA. (2016). Broccoli, raw. United States Departmen of Agriculture National Nutrient Database. National Agricultural Library. USA.

Wahyuningtyas, N. (2011). Pembuatan Kerupuk dengan Subsitusi Pisang Kepok Kuning (Musa balbisiana). Tugas Akhir. Fakultas Pertanian. Universitas sebelas Maret. Surakart.

Waluyo, L. (2012). Mikrobiologi Umum. UMM Press. Malang.

Winarno, F. G. (2002). Kimia Pangan dan Gizi. PT Gramedia. Jakarta.

Zaki, I. (2011). Pengaruh lama penyimpanan terhadap kualitas mikrobiologi biskuit bayi dengan subtitusi tepung labu kuning (Cucurbita moschata) da tepung ikan patin (Pangasius sp.) sebagai MP-ASI. Skripsi. Universitas Dipenegoro. Semarang.

Zulfahmi, A. N., Swastawati, F., & Romadhon. (2014). Pemanfaatan daging ikan tenggiri (Scomberomorus commersoni) dengan konsentrasi yang berbeda pada pembuatan kerupuk ikan. Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan, 3(4), 133–139.

Published
15-07-2021
How to Cite
Nur, Rinto, Iswandi Wahab, and Albu Seba. 2021. “Analysis Chemical and Microbiological Content of Tuna Fish Crackers in Momojiu Village of Morotai Island”. Musamus Fisheries and Marine Journal, July, 38-46. https://doi.org/10.35724/mfmj.v0i0.3385.
Section
Article