Rivalitas Politik: Politisasi Etnis dalam Pilkada Boven Digoel

  • Damiatus Katayu Stisipol Yaleka Maro Merauke
Keywords: mobilisasi, politisasi, etnis, politik lokal, pilkada, boven digoel

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan proses politisasi etnis dalam pemilihan kepala daerah di Kabupaten Boven Digoel. Keanekaragaman etnis budaya maupun adat istiadat di Boven Digoel, selain sebagai ikatan-ikatan sosial, etnis juga dimobilisasi digunakan sebagai kekuatan politik dalam arena perebutan kekuasaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara mendalam (in-depth interview) dengan beberapa responden, yaitu masyarakat, tokoh masyarakat agama, adat dan elit-elit politik. Observasi dilakukan juga untuk melihat fenomena yang terjadi di kabupaten Boven Digoel. Selain data wawancara dan observasi, juga data nama-nama pejabat eselon II dan III yang diperoleh dari Badan Kepegawaian Daerah kabupaten Boven Digoel. Hasil penelitian ditemukan bahwa niat awal pemekaran Boven Digoel untuk kesejahteraan masyarakat. Kesiapan sumber daya yang tersedia baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah. Fenomena yang terjadi adalah perebutan sumber-sumber kekuasaan oleh elit-elit lokal tak terelakan. Potensi kelompok-kelompok etnis tidak dikelola untuk mendukung proses pembangunan, tetapi dimobilisasi demi kepentingan elit-elit lokal, sehingga menimbulkan sentimen etnis. Elit-elit Muyu maupun Wambon menggunakan simbol-simbol etnis sebagai kekuatan politik dalam arena perebutan kekuasaan di kabupaten Boven Digoel sehingga rivalitas antar elit-elit Muyu dan Wambon yang terjadi di kabupaten Boven Digoel, tidak hanya perebutan kekuasaan semata, tetapi merupakan persaingan identitas antara Muyu dan Wambon
Published
11-04-2022
How to Cite
Katayu, D. (2022). Rivalitas Politik: Politisasi Etnis dalam Pilkada Boven Digoel. Musamus Journal of Public Administration, 4(2), 153-163. https://doi.org/10.35724/mjpa.v4i2.4115