Musamus Journal of Public Administration https://ejournal.unmus.ac.id/index.php/fisip Musamus Journal of Public Administration diterbitkan oleh Universitas Musamus menerbitkan artikel dibidang kajian Administrasi Publik Department of State Administration - Musamus University en-US Musamus Journal of Public Administration 2622-6499 PEMETAAN RISET GLOBAL TENTANG KEBEBASAN PEREMPUAN SEBAGAI PERWUJUDAN KESETARAAN GENDER DALAM AGENDA SDGS 2030 https://ejournal.unmus.ac.id/index.php/fisip/article/view/7475 <p>Kebebasan perempuan didefinisikan sebagai kondisi di mana perempuan memiliki hak dan kesempatan setara dengan laki-laki untuk menentukan pilihan hidupnya sendiri tanpa tekanan norma patriarki, diskriminasi gender, atau struktur sosial yang tidak adil. Konsep ini terkait erat dengan teori feminisme Simone de Beauvoir yang menekankan otonomi perempuan, serta pemikiran Isaiah Berlin tentang kebebasan negatif dan positif yang dikembangkan dalam konteks feminis untuk memahami pembatasan struktural terhadap pilihan perempuan. Penelitian ini menerapkan pendekatan bibliometrik kuantitatif sederhana menggunakan data Scopus. Kata kunci <em>“Woman’s Freedom”</em> dicari pada publikasi 2021–2026, menghasilkan 1000 dokumen yang dianalisis dengan VOSviewer. Visualisasi mencakup <em>Network Visualization</em> (hubungan tema), <em>Overlay Visualization</em> (evolusi waktu), dan <em>Density Visualization</em> (kepadatan tema). Hasil menunjukkan dua klaster utama yang terintegrasi: (1) sosial-humaniora berpusat pada feminisme, sejarah, kekuasaan, pendidikan, dan gerakan sosial; serta (2) kesehatan-medis meliputi kanker payudara, kesehatan reproduksi, obesitas, terapi hormon menopause, dan dampak pandemi. Temuan ini menegaskan bahwa kebebasan perempuan mencakup tidak hanya hak politik-ekonomi, tetapi juga otonomi atas tubuh dan kesehatan. Namun, laporan UN Women &amp; UN DESA 2025 mengungkap stagnasi kesetaraan gender global: akses digital tidak merata, partisipasi kerja perempuan hanya 46,4%, kekerasan berbasis gender tinggi, representasi politik 27,2% di parlemen, dan proyeksi kesetaraan kerja memerlukan hampir dua abad. Hasil penelitian menegaskan perlunya penyusunan kebijakan responsif berbasis gender yang holistik dan dipercepat untuk mencapai target SDG 5 Agenda 2030.</p> Ade Maulidya Yori Tirta Kusuma Copyright (c) 2026 Musamus Journal of Public Administration 2026-04-15 2026-04-15 8 2 1 11 10.35724/mjpa.v8i2.7475 Strategi Pelayanan Dalam Meningkatkan Minat Baca Masyarakat Pada Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Merauke https://ejournal.unmus.ac.id/index.php/fisip/article/view/7394 <p><em>Public libraries exist to serve the wider community, ranging from children to adults, by providing various types of services. This study aims to analyze library service strategies in increasing the number of visits to the Merauke Regency Regional Library, as well as to identify the factors that influence library services in increasing visitor numbers at the regional library. The method used in this research is a qualitative method with a descriptive approach. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted using primary and secondary data. The data analysis process consisted of three stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing and verification. The results of the study indicate that library service strategies in increasing reading interest need to be implemented in an integrated manner through improving service quality, ensuring the availability of relevant and up-to-date collections, and fostering responsive, friendly, and professional attitudes among library staff. Reliable, fast, and well-targeted services are able to create comfort for users, thereby encouraging them to visit and utilize library facilities on a sustainable basis. In addition, the development of facilities and infrastructure, the use of information technology, as well as literacy programs and library promotion are important supporting factors in cultivating a reading culture. With service strategies oriented toward user needs, libraries can effectively function as learning centers and sources of information that make a tangible contribution to increasing public reading interest</em></p> Hubertus Oja Helena Mahuze Copyright (c) 2026 Musamus Journal of Public Administration 2026-04-15 2026-04-15 8 2 12 28 10.35724/mjpa.v8i2.7394 Pengembangan Laboratorium Sosiologi Digital untuk Meningkatkan Kinerja dan Reputasi Program Studi Sosiologi Universitas Terbuka https://ejournal.unmus.ac.id/index.php/fisip/article/view/7449 <p>Laboratorium sosiologi merupakan sarana yang sangat penting untuk mendalami berbagai aspek kehidupan masyarakat yang kompleks. Keberadaan laboratorium sosiologi bukan sekedar sarana untuk kegiatan penelitian saja, namun juga mencakup kegiatan pengabdian pada masyarakat, sarana berdiskusi antar mahasiswa dan juga antara mahasiswa dengan dosen. Sebagai program studi yang menyelenggarakan proses belajar jarak jauh, maka keberadaan mahasiswa juga tersebar di seluruh Indonesia, dan bahkan sampai ke luar negeri, sehingga dalam pengembangan Laboratorium Sosiologi, kondisi ini juga harus menjadi perhatian utama. Sehubungan dengan itu maka penelitian ini akan mencoba untuk menemukan bagaimana pola laboratorium sosiologi yang tepat untuk pendidikan jarak jauh. Secara lebih spesifik, rumusan permasalahan yang akan di capai adalah: apa elemen yang harus ada di dalam laboratorium sosiologi UT? Bagaimana rancangan laboratorium sosiologi UT yang dapat mewadahi kebutuhan dosen dan mahasiswa sosiologi UT?</p> <p>Penelitian ini direncanakan dilakukan dalam dua tahun penelitian. Target akhir dari penelitian ini adalah pengembangan Laboratorium Sosiologi Digital. Untuk tahun pertama ini peneliti akan memfokuskan pada studi eksplorasi untuk menemukan pola laboraorium yang paling pas yang dapat mewadahi kebutuhan pembelajaran jarak jauh. Pada tahun pertama ini, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengunpulan data nya dengan menggunakan mix methode, dengan menggunakan strategi eksploratori sekuensial. Teknik yang akan digunakan lebih banyak menggunakan Focus Group Disscussion dan wawancara mendalam. Setelah pengumpulan dan analisis data kualitatif selesai, dilanjutkan dengan pengumpulan dan analisis data kuantitatif. Teknik yang akan digunakan adalah penyebaran kuesioner ke mahasiswa sosiologi. Hasil dari pengumpulan dan analisis data kuantitatif akan digunakan untuk menafsirkan data kualitatif yang sudah ada sebelumnya. Tahun kedua penelitian akan masuk pada pengembangan laboratorium digital sosiologi. Rencana Pengembangan Laboratorium Sosiologi didasarkan pada hasil penelitian tahun pertama. Berdasarkan hasil penelitian, akan dikembangkan sebuah desain konseptual untuk laboratorium sosiologi yang ideal.</p> Henrikus Ivoni Bambang Prasetyo Sri Pujiati Grace Prima Apriani Sihombing Parwitaningsih Parwitaningsih Copyright (c) 2026 Musamus Journal of Public Administration 2026-04-30 2026-04-30 8 2 10.35724/mjpa.v8i2.7449