https://ejournal.unmus.ac.id/index.php/jipm/issue/feedJurnal Inovasi Pengabdian Multidisiplin2026-07-22T19:32:38+09:00Eko Saputroekorachmat.saputro@gmail.comOpen Journal Systems<p>Jurnal Inovasi Pengabdian Multidisiplin (JIPM) merupakan jurnal ilmiah yang bertujuan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil pengabdian masyarakat yang bersifat multidisiplin. JIPM fokus pada publikasi kontribusi-kontribusi inovatif yang mampu memberikan solusi konkret terhadap permasalahan nyata di masyarakat melalui pendekatan lintas disiplin ilmu.</p>https://ejournal.unmus.ac.id/index.php/jipm/article/view/7759Sosialisasi Literasi Politik Digital bagi Siswa SMA Muhammadiyah Merauke dalam Menghadapi Dinamika Informasi Politik di Media Sosial2026-07-12T09:22:29+09:00Eko Rachmat Saputroeko.saputro@unmus.ac.idUmiyati Harisanggimulia@yahoo.comFransin Kontuanggimulia@yahoo.comAnugerah Mulia Utamianggimulia@yahoo.comMuhammad Novan Prasetyaanggimulia@yahoo.comNurul Uswatun Hasanahanggimulia@yahoo.comNatalia Suryani Purbaanggimulia@yahoo.comNur Jalalanggimulia@yahoo.com<p>Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah menjadikan media sosial sebagai salah satu sumber utama informasi politik bagi generasi muda. Namun, tingginya arus informasi yang beredar di ruang digital juga diikuti oleh meningkatnya penyebaran hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, serta konten politik yang berpotensi memengaruhi persepsi dan perilaku politik masyarakat, khususnya pelajar sebagai calon pemilih pemula. Kondisi ini menunjukkan pentingnya penguatan literasi politik digital guna membekali siswa dengan kemampuan memahami, menganalisis, dan mengevaluasi informasi politik yang diterima melalui media sosial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa SMA Muhammadiyah Merauke mengenai pentingnya literasi politik digital dalam menghadapi dinamika informasi politik di media sosial. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, penyampaian materi, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab. Materi yang diberikan mencakup pengenalan literasi politik digital, karakteristik informasi politik di media sosial, identifikasi hoaks dan disinformasi, etika bermedia sosial, serta pentingnya partisipasi politik yang bertanggung jawab. Kegiatan diikuti oleh siswa SMA Muhammadiyah Merauke yang menunjukkan antusiasme tinggi selama pelaksanaan program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai cara memilah informasi politik yang kredibel, mengenali ciri-ciri hoaks, serta memahami dampak media sosial terhadap kehidupan politik. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan mampu menjadi pengguna media sosial yang kritis, cerdas, dan bertanggung jawab dalam menyikapi berbagai informasi politik yang beredar di ruang digital. Kegiatan ini juga menjadi upaya strategis dalam mempersiapkan generasi muda yang memiliki kesadaran politik dan literasi digital yang baik dalam mendukung kehidupan demokrasi yang sehat.</p>2026-06-17T00:00:00+09:00Copyright (c) 2026 Jurnal Inovasi Pengabdian Multidisiplinhttps://ejournal.unmus.ac.id/index.php/jipm/article/view/7822Membagikan Cahaya Pengetahuan: Pengabdian Kepada Masyarakat Melalui Program Kampus Mengajar di Kampung Tambat, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke2026-07-12T09:24:35+09:00Nurkholis Syukronnurkholis@gmail.comMy Ismailmyismail@gmail.comFrederikus Antonius Manaantonius@gmail.comSyahrabudin Husein Enalasyahrabudinhuseinenala@unmus.ac.id<p>Artikel ini mengkaji tentang program 'Kampus Mengajar' sebagai bagian dari inisiatif guna memperluas akses pendidikan dan pengetahuan kepada masyarakat Indonesia. Fokus yang dituju dari eksistensi program ini adalah guna memberikan kontribusi yang positif kepada masyarakat melalui penyebaran pengetahuan literasi dasar dari mahasiswa Universitas Musamus ke sekolah-sekolah yang menjadi target dari program ini. Artikel ini hendak melakukan eksplorasi tentang konsepsi, pelaksanaan dan implikasi dari program 'Kampus Mengajar' sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat dari perguruan tinggi. Program 'Kampus Mengajar' awalnya merupakan suatu inisiatif dari Pemerintah Republik Indonesia yang melibatkan mahasiswa sebagai tenaga pengajar untuk membantu proses pembelajaran di sekolah. Metode artikel yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif pada sekolah tingkat dasar di Kampung Tambat, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa program 'Kampus Mengajar' berhasil meningkatkan motivasi belajar siswa, keterampilan mengajar mahasiswa dan memperkenalkan metode pembelajaran yang kreatif dan adaptif terhadap kondisi aktual yang ada di sekolah. Selain itu, program 'Kampus Mengajar' juga dapat memperkuat interaksi antara perguruan tinggi dengan masyarakat lokal serta meningkatkan kesadaran sosial dan keterampilan profesional bagi mahasiswa yang terlibat dalam program ini. Kendati demikian, kegiatan ini juga berhasil mengidentifikasi beberapa tantangan seperti keberlanjutan program dan sumberdaya yang relatif terbatas. Pada akhirnya, kegiatan 'Kampus Mengajar' memiliki potensi yang relatif besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah terpencil dan dapat menjadi role model guna program pengabdian masyarakat lainnya.</p>2026-07-12T09:22:17+09:00Copyright (c) 2026 Jurnal Inovasi Pengabdian Multidisiplinhttps://ejournal.unmus.ac.id/index.php/jipm/article/view/7863Pemberdayaan Masyarakat Kampung Urumb dalam Pengembangan Wisata Pantai Anasai Berbasis Partisipasi Masyarakat2026-07-22T18:55:46+09:00syahruddinsyahruddin23@gmail.comEduardos E Maturbongseduardos@gmail.comFitrianifitriani310878@gmail.comSamuel Atbarsamuelatbar@gmail.comVincenso R Seranovincenso@unmus.ac.idWelhelmina Jeujananwilhemina@gmail.comDavid Laiyandavidlaiyan@gmail.comAntonius Nggewakaantoniusnggewaka@unmus.ac.id<p>Pantai Anasai di Kampung Urumb, Kabupaten Merauke, memiliki potensi wisata alam yang dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun, potensi tersebut belum dikelola secara optimal karena masih rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan destinasi wisata, promosi wisata berbasis digital, serta belum tersusunnya rencana pengembangan wisata yang terarah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan partisipasi masyarakat dalam pengembangan Wisata Pantai Anasai berbasis partisipasi masyarakat. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan dengan pendekatan partisipatif (Participatory Rural Appraisal). Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juni 2026 dengan melibatkan 30 peserta yang terdiri atas aparat kampung dan masyarakat Kampung Urumb. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai konsep Community-Based Tourism, pengelolaan destinasi wisata, penyusunan rencana kerja, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi wisata. Selain itu, kegiatan ini mendorong meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan kawasan wisata, menyusun gagasan pengembangan destinasi, serta memperkuat kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah kampung. Kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi dalam meningkatkan kapasitas masyarakat sebagai modal awal pengembangan Wisata Pantai Anasai yang berkelanjutan dan berbasis partisipasi masyarakat.</p>2026-07-22T18:54:56+09:00Copyright (c) 2026 Jurnal Inovasi Pengabdian Multidisiplinhttps://ejournal.unmus.ac.id/index.php/jipm/article/view/7864SOSIALISASI UNDANG-UNDANG NO. 17 TAHUN 2023 TENTANG KESEHATAN DI PUSKESMAS MOPAH BARU MERAUKE2026-07-22T19:32:38+09:00Gusti Ayu Utamigustiayu@unmus.ac.idRicardo Goncalves Klaugoncalves@unmus.ac.idIlham Majidilhammajid@unmus.ac.idAndi Evin Novara Jayaandiervin@unmus.ac.idMuhammad Saiful Fahmim.saifulfahmi@unmus.ac.id<p>Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan merupakan regulasi baru yang menjadi landasan dalam penyelenggaraan sistem kesehatan nasional di Indonesia. Kehadiran undang-undang ini membawa berbagai perubahan penting dalam aspek pelayanan kesehatan, sumber daya manusia kesehatan, pembiayaan kesehatan, teknologi kesehatan, serta perlindungan hak dan kewajiban masyarakat. Namun, masih terdapat keterbatasan pemahaman masyarakat dan tenaga kesehatan terhadap substansi serta implikasi dari regulasi tersebut. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi diperlukan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran hukum masyarakat mengenai ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan melalui metode penyuluhan, pemaparan materi, diskusi, dan sesi tanya jawab yang melibatkan peserta dari berbagai latar belakang. Materi yang disampaikan meliputi tujuan pembentukan undang-undang, perubahan regulasi kesehatan, hak dan kewajiban masyarakat, serta peran tenaga kesehatan dalam mendukung implementasi kebijakan kesehatan nasional. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap isi dan implementasi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung serta mampu mengidentifikasi manfaat dan implikasi regulasi tersebut praktik pelayanan Kesehatan.</p>2026-07-22T19:32:38+09:00Copyright (c) 2026 Jurnal Inovasi Pengabdian Multidisiplin