PEGARUH HOT DAN COLD REGION PADA ALUMINA AL¬2O¬3 HASIL PROSES CROSS SECTION ACCUMULATIVE ROLL BONDING MENGGUNAKAN ALUMINIUM AA5052

  • Aditya Rahman Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Slamet Wiyono Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Agus Pramono Teknik Metalurgi, Fakultas Teknik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Keywords: Aluminium AA5052, Area Dingin, Area Panas, Interface

Abstract

Cross Section Accumulative Roll Bonding (C-ARB) adalah proses perpaduan dua material dengan cara penggilingan arah sejajar dan arah melintang. Material dipanaskan dengan suhu 350oC selama 90 menit. Proses C – ARB menghasilkan area pada material yaitu Hot Region (area panas) area material yang pertama masuk mesin roll dan Cold Region (area dingin) area material yang terakhir masuk mesin roll, menggunakan aluminium 5052. Penelitian dilakukan untuk mengetahui perbedaan kekuatan antar Interface dari Hot Region dan Cold Region, dengan siklus pengerollan 3x dan 10x, dan bahan penguat Alumina Al2O3 serat sebagai Reinforce, dan tanpa alumina sebagai perbandingan. Nilai kekerasan dan kekuatan tarik meningkat seiring banyaknya jumlah penggilingan karena semakin banyaknya penggilingan, kedua materialnya semakin rapat sehingga material menempel dengan baik, Hot Region memiliki nilai yang lebih kuat daripada Cold Region, karena Cold Region kurang terdifusi dengan baik
Published
19-04-2021
How to Cite
Rahman, A., Wiyono, S., & Pramono, A. (2021). PEGARUH HOT DAN COLD REGION PADA ALUMINA AL¬2O¬3 HASIL PROSES CROSS SECTION ACCUMULATIVE ROLL BONDING MENGGUNAKAN ALUMINIUM AA5052. MUSTEK ANIM HA, 10(01), 1-8. https://doi.org/10.35724/mustek.v10i01.3573