Peningkatan Hasil Belajar IPA pada Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS)

  • Darmawan Harefa STKIP Nias Selatan
  • Tatema Telaumbanua STKIP Nias Selatan
  • Murnihati Sarumaha STKIP Nias Selatan
  • Kalvintinus Ndururu STKIP Nias Selatan
  • Mastawati Ndururu STKIP Nias Selatan
Keywords: Hasil belajar IPA, Model Pembelajaran, Creative Problem Solving

Abstract

Metode penelitian ini adalah metode quasi eksperimen yang bersifat kuantitatif yaitu kelas eksperimen digunakan model Creative Problem Solving sedangkan dikelas kontrol digunakan metode konvensional. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa dikelas eksperimen dengan melakukan pretest diperoleh rata-rata hasil belajar 62,65 dan postest diperoleh rata-rata hasil belajar 84,61. Sedangkan dikelas kontrol pada pretest diperoleh rata-rata hasil belajar 64,54 dan postest diperoleh rata-rata hasil belajar 73,70 yang artinya model Creative Problem Solving lebih berpengaruh pada hasil belajar. Kesimpulan penelitian berdasarkan perhitungan uji hipotesis diketahui thitung = 5,216 lebih besar dari ttabel = 1,667 dengan signifikan 5%.  Karna thitung ttabel maka Ha diterima dan Ho ditolak yang artinya “ada pengaruh model pembelajaran Creative Problem Solving terhadap hasil belajar kognitif siswa”.

References

Anjarsari, P. (2014). Literasi Sains Dalam Kurikulum Dan Pembelajaran Ipa Smp. Prosiding Semnas Pensa VI ”Peran Literasi Sains”.
Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. PT Rineka Cipta.
Budiningsih, A. (2005). Belajar dan Pembelajaran. Rineka Cipta.
Depdiknas. (2009). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Pusat Kurikulum, Balitbang Depdiknas.
Dimyati dan Mudjiono. (2009). Belajar Dan Pembelajaran. PT. Rineka Cipta.
Djamarah, S. B. (2006). Strategi Belajar Mengajar. PT Rineka Cipta.
Hamalik, O., & Oemar Hamalik. (2012). Kurikulum dan Pembelajaran. PT Bumi Aksara.
Hamzah, U. B. (2013). Teori Motivasi dan Pengukurannya. Bumi Aksara.
Harefa, D. (2018). Efektifitas Metode Fisika Gasing Terhadap Hasil Belajar Fisika Ditinjau Dari Atensi Siswa (Eksperimen Pada Siswa Kelas Vii Smp Gita Kirtti 2 Jakarta). Faktor Jurnal Ilmiah Kependidikan, 5(1), 35–48.
Harefa, D. (2019). The Effect Of Guide Note Taking Instructional Model Towards Physics Learning Outcomes On Harmonious Vibrations. JOSAR (Journal of Students Academic Research), 4(1), 131–145.
Harefa, D. (2020). Pengaruh Model Pembelajaran Problem Solving Terhadap Hasil Belajar IPA Fisika Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Luahagundre Maniamolo Tahun Pembelajaran (Pada Materi Energi Dan Daya Listrik). Jurnal Education and Development, 8(1), 231–234.
Harefa, D. (2020). Perkembangan belajar sains dalam model pembelajaran. CV. Kekata Group.
Harefa, D. dkk. (2020). Teori Model Pembelajaran Bahasa Inggris dalam Sains. CV. Insan Cendekia Mandiri.
Hermansyah, A., K., Tembang, Y., Purwanty, R. (2019). Penggunaan Media Kartu Warna Kata untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Kelas I SD Inpres Gudang Arang Merauke. Musamus Journal of Primary Education, 1(2), 104–115.
Huda. (2014). Model-model Pengajaran dan Pembelajaran. Pustaka Pelajar.
Isjoni. (2014). Cooperative Learning Efektifitas Pembelajaran Kelompok. PT. Alfabeta.
Lufri. (2010). Strategi Pembelajaran Biologi Teori, Praktek, dan Penelitian. Negeri Padang University Press.
Rahayu, D. P. (2019). Penggunaan Model Pembelajaran Kontekstual untuk Meningkatkan Hasil Belajar Materi Bangun Datar di Kelas III Sekolah Dasar. Musamus Journal of Primary Education, 1(2), 061–072.
Rusman. (2014). Model – Model Pembelajaran : Mengembangkan Profesionalisme Guru. Raja Grafindo Persada.
Sagala, S. (2005). Konsep dan Makna Pembelajaran Untuk Membantu Memecahkan Problematika Belajar dan Mengajar. Alfabeta.
Sanjaya, W. (2009). Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. PT. Prenada Media Group.
Sardiman. (2011). Interaksi dan Motivasi Belajar-Mengajar. Raja Grafindo Persada.
Sarumaha, R., Harefa, D., & Zagoto, M. . (2018). Upaya Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep geometri Transformasi Refleksi Siswa Kelas XII-IPA-B SMA Kampus Telukdalam Melalui Model Pembelajaran Discovery learning Berbantuan Media Kertas Milimeter. Jurnal Education and Development, 6(1), 90–96.
Shoimin, A. (2014). 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013. AR-Ruzz Media.
Slameto. (2010). Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi. Rineka Cipta.
Sudjana. (2009). Metode Statiska. Tarsito.
Sudjana, N. (2011). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. PT Remaja Rosdakarya.
Sudjana, N. (2014). Penelitian Hasil Proses Belajar Mengajar. Remaja Rosdakarya.
Sugiyarto, T. (2008). ILMU PENGETAHUAN ALAM KELAS VII SMP/MTs. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional,.
Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung. Alfabeta.
Suprijono, A. (2010). Cooperative Learning. Pustaka Media.
Suryosubroto. (2009). Proses Belajar Mengajar di Sekolah. PT Remaja Rosdakarya.
Suyanto. & Mudjito. (2012). Masa Depan Pendidikan Inklusif. Kemendiknas.
Trianto. (2010). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. PT. Kencana Prenada Media Grup.
Published
28-10-2020
How to Cite
Harefa, D., Telaumbanua, T., Sarumaha, M., Ndururu, K., & Ndururu, M. (2020). Peningkatan Hasil Belajar IPA pada Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS). Musamus Journal of Primary Education, 3(1), 1-18. https://doi.org/10.35724/musjpe.v3i1.2875