Perbandingan Kemampuan Bercerita Siswa Laki-Laki dan Perempuan di Sekolah Dasar

  • Hanova Rani Eka Retnaningtyas Universitas Musamus Merauke
  • Yunilis Andika Universitas Negeri Jakarta

Abstract

Kemampuan menggunakan Bahasa sangat penting bagi semua orang, tidak terkecuali siswa di tingkat Sekolah Dasar (SD). Hal tersebut mendorong peneliti untuk meneliti tentang kemampuan bercerita siswa laki-laki dan perempuan di tingkat SD. Bercerita adalah salah satu komponen penting dalam kemampuan Bahasa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan bercerita dalam bahasa Indonesia murid laki-laki dan murid perempuan di tingkat SD. Peneliti menganalisis cerita naratif yang disampaikan informan setelah melihat gambar-gambar di buku Frog Where are You. Data yang diperoleh dianalisis berdasarkan kalimat, klausa, dan kesalahan yang diproduksi informan. Berdasarkan data yang ditemukan terlihat bahwa informan 1 (perempuan) memiliki kemampuan berbahasa yang lebih baik dibandingkan informan 2 (laki-laki). Hal tersebut dapat membuktikan bahwa wanita memiliki kemampuan berbahasa yang lebih baik dari pada pria, selain itu wanita juga dinilai lebih mampu mengoreksi struktur suatu bahasa.

References

Arie Sanjaya. 2016. “Penerapan Metode Bercerita Dalam Mengembangkan Kemampuan Berbahasa Dan Karakter Peserta Didik Di Sekolah Dasar.” Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif 20(1).
Hasanah, Nurlayli, Diah Harmawati, and Afif Khoirul Hidayat. 2019. “Meningkatkan Kemampuan Berbicara Melalui Kegiatan Bercerita Berbantu Media Finger Puppet Pada Anak Kelompok B.” Musamus Journal of Primary Education 2(1):32–37.
Hasanah, Nurlayli, Ishartiwi Ishartiwi, and Nur Hayati. 2019. “Meningkatkan Kemampuan Menyimak Cerita Menggunakan Media Bulletin Board Pada Anak Kelompok B Di TK Negeri Pembina Yogyakarta.” Musamus Journal of Primary Education 1(2):124–33.
Izzati, Lailatul, and Uiversitas Negeri Padang. 2020. “Pengaruh Metode Bercerita Dengan Boneka Tangan Terhadap Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini.” 4:472–81.
Kuntjara, Esther. 2003. Gender, Bahasa, Dan Kekuasaan. BPK Gunung Mulia.
Meyer, Mercer. 1969. Frog Where Are You? Sequel to A Boy, A Dog and A Frog. New York: Dial Books for Young Readers.
Rosalina Rizki Pratiwi. 2017. “Penerapan Metode Storytelling Untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa Kelas Ii Sdn S4 Bandung.” Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar 1(1):199–207.
Setiyawan. 2013. “Hubungan Penguasaan Kosakata, Kemampuan Bernalar, Dan Menulis Karangan Argumentasi Siswa Kelas X SMA N 2 Indralaya Utara.” Journal of Chemical Information and Modeling 53(9):1689–99.
Sudaryanto. 2015. Metode Dan Aneka Teknik Bahasa Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan Secara Linguistik. Yogyakarta: Sanata Dharma University Press.
Suryadi, Edi., dkk. n.d. “PERBEDAAN PENGGUNAAN KOSAKATA DALAM MEMAKNAI OBJEK DITINJAU DARI STEREOTIP GENDER (Studi Pada Mahasiswa Universitas Tridinanti Palembang) Edi Suryadi 1 , Naisan Yunus 2 , Ahmad Tarmizi Ramadhan 3.” 2–3.
Susanto, Yohana Dini Trisnani. 2017. “Hubungan Penguasaan Kosakata Dengan Keterampilan Berbicara Dan Menulis Siswa Kelas IV SDN Gugus Pangeran Diponegoro Kecamatan Ngaliyan.” 1–86.
Wondal, Rosita. 2015. “Meningkatkan Kemampuan Bercerita Anak Melalui Metode Karya Wisata.” Pendidikan Anak Usia Dini 9(1):1–14.
Zuhriyah, Mukminatus. 2017. “Storytelling to Improve Students’ Speaking Skill.” English Education: Jurnal Tadris Bahasa Inggris 10(1):119–34.
Published
28-10-2020
How to Cite
Retnaningtyas, H., & Andika, Y. (2020). Perbandingan Kemampuan Bercerita Siswa Laki-Laki dan Perempuan di Sekolah Dasar. Musamus Journal of Primary Education, 3(1), 45-56. https://doi.org/10.35724/musjpe.v3i1.3147