Tinjauan Nilai Kembang Susut Tanah Dasar Terhadap Kerusakan Jalan
Abstract
Peningkatan pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Merauke dalam beberapa tahun terakhir semakin intensif, salah satunya dipengaruhi oleh pemekaran daerah otonomi baru yang menuntut konektivitas antarkawasan lebih baik. Dalam konteks tersebut, perencanaan dan pembangunan jalan seharusnya didasarkan pada kondisi tanah dasar (subgrade) yang memadai, karena tanah dasar berperan langsung terhadap stabilitas struktur perkerasan. Identifikasi sifat tanah dasar menjadi penting untuk mengetahui adanya potensi kembang susut akibat perubahan kadar air, sehingga langkah mitigasi dapat dirancang sejak tahap perencanaan guna meminimalkan risiko kerusakan dini seperti retak, gelombang, dan penurunan lokal. Salah satu lokasi yang mengalami permasalahan terkait kondisi tanah dasar adalah Jalan Netto. Indikasi kerusakan yang muncul mengarah pada kemungkinan adanya tanah dengan karakteristik kembang susut, sehingga diperlukan riset untuk menilai tingkat kerentanannya. Pengklasifikasian tanah dilakukan menggunakan metode AASHTO dan USCS untuk memahami jenis dan perilaku material tanah setempat. Selanjutnya, penentuan tingkat potensi kembang susut dianalisis melalui metode Swelling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah pada Jalan Netto termasuk kategori tanah berlanau, yang tetap memiliki potensi perubahan volume akibat fluktuasi kadar air meskipun tidak tergolong ekstrem. Nilai uji Swelling pada kepadatan 65% menunjukkan peningkatan bertahap, yaitu titik 1 sebesar 3,25; titik 2 sebesar 3,51; dan titik 3 sebesar 3,70, yang menandakan adanya kecenderungan pengembangan volume yang perlu diantisipasi dalam desain perkerasan dan sistem drainase.
References
[2] E. Budianto, “Analisis kuat tekan bebas pada lempung campuran pasir,” 2023.
[3] B. M. Das, ‘Mekanika Tanah (Prinsip-prinsip Rekayasa Geoteknik,’ Penerbit Erlangga, pp. 1–300, 1995.
[4] C. L. Naoh, A. Gunarso, R. Nuprayogi, W. Partono, and B. Pardoyo, ‘Stabilisasi Tanah Lempung Ekspansif Dengan,’ vol. 6, pp. 238–245, 2017.
[5] Doddy Y, ‘Modul Praktikum Hibernate Modul Praktikum,’ p. Jurnal Gunadharma 2-40, 2016.
[6] D. A. Priyanto, ‘Kerusakan Jalan Raya Akibat Jalan Mengembang,’ Prax. J. Sains, Teknol. Masy. dan Jejaring, vol. 5, no. 1, pp. 82–91, 2023, doi: 10.24167/praxis.v5i1.5490.
[7] E. E. Hangge, D. W. Karels, and A. O. Kapitan, ‘Pengaruh Karakteristik Tanah Dasar Terhadap Kerusakan Perkerasan Jalan,’ J. Tek. Sipil, vol. 11, no. 2, pp. 155–168, 2022.
[8] F. R. Herman, Oviza, ‘Pengaruh Waktu Pemeraman terhadap Nilai Kembang Susust Tanah Lempung yang Distabilisasi dengan Abu Serbuk Kayu,’ Tek. Sipil, vol. 3, no. 1, pp. 22–31, 2016.
[9] H. Hairulla, C. Utary, Y. Kakerissa, and A. Pratiwi, ‘Tinjauan Tanah Dasar Jalan Payum Merauke Terhadap Nilai Kembang Susut Dan Bearing Capacity,’ Musamus J. Civ. Eng., vol. 4, no. 01, pp. 22–27, 2022, doi: 10.35724/mjce.v4i01.3999.
[10] W. K. Es and H. Hairulla, “Studi Perkuatan Lereng Menggunakan Geotekstil,” vol. 2021, pp. 0–4, 2021.
[11] Made Dwika Hutama Putra, ‘Dengan Metode Deep Soil Mixing Pada Berbagai Kadar Air Lapangan Tanah Asli Terhadap Nilai Cbr,’ 2017.
[12] M. Hafizuddin and B. Che, ‘Potensi Kembang Susut Lapisan Tanah Dasar Di BanjarmasiN Ahmad,’ vol. 25, no. 3, pp. 1–23, 2016.
[13] T. Mulyono, ‘Mekanika Tanah 1,’ 2005.
[14] T. Harianto and Ahmad Masri, ‘Karakteristik Mekanis Tanah Kembang Susut Yang Distabilisasi Dengan Limbah Marmer,’ Pros. Semin. Nas. Tek. Sipil 2016, pp. 293–300, 2016.
[15] S. N. Indonesia and B. S. Nasional, “Tata cara pengklasifikasian tanah untuk keperluan teknik dengan sistem klasifikasi unifikasi tanah,” 2015.
[16] S. 1965:2008, Cara Uji Penentuan Kadar Air dan Untuk Tanah dan Batuan Di Labolatorium. 2008.
[17] S. 03-3637-1994, “Metode Pengujian Berat Isi Tanah Berbutir Halus Dengan Benda Uji,” 1994.
[18] S. 1964:2008, “Cara Uji Berat Jenis Tanah,” 2008.
[19] S. 1966:2008, “Cara Uji Penentuan Batas Plastis Dan Indeks Plastisitas Tanah”.
[20] SNI 1967-2008, “Cara Uji Penentuan Batas Cair Tanah,” 2008.
[21] S. 3423:2008, “Cara Uji Analisa Ukuran Butir Tanah,” 2008.
[22] S. 1743:2008, “Cara uji kepadatan berat untuk tanah”.










