Evaluasi Pintu Air Primer pada Daerah Irigasi Kampung Sumber Harapan Kabupaten Merauke
Abstract
Masalah genangan air dan kekeringan di daerah irigasi Kampung Sumber Harapan, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, terjadi akibat topografi yang relatif datar dan terbatasnya kapasitas pintu air yang hanya mampu melayani 1.350 Ha dari total 1.512 Ha lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung dan membandingkan besar debit kabutuhan air dan kapasitas pintu air di daerah irigasi tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode harza dan metode penman modifikasi. Metode harza adalah metode empiris yang digunakan untuk menghitung curah hujan efektif untuk irigasi sedangkan variasi dari metode Penman yang digunakan untuk menghitung evapotranspirasi potensial, yaitu perkiraan jumlah air yang hilang dari permukaan tanah dan tanaman ke atmosfer. Hasil penelitian menunjukkan debit kebutuhan air sebesar 3,157 m³/detik dengan debit kapasitas pintu air sebesar 5,673 m³/detik pada kondisi pintu air yang bekerja secara optimal. Dengan kapasitas debit pintu air sesuai kondisi eksisting sebesar 7,564 m³/detik, terdapat daerah persawahan seluas 162 Ha tidak tidak mendapatkan pasokan air yang cukup. Dengan demikian diperlukan tinjauan pada daerah irigasi yang belum mampu mengalirkan air pada daerah persawahan.
References
[2] Ivonia Auxiliadora Freitas Marcal, Yosse Putra Oentoro, and Muhammad Yasin, “Pertumbuhan Ekonomi Sebagai Cerminan Perkembangan Perekonomian Suatu Negara,” J. Manaj. Dan Bisnis Ekon., vol. 2, no. 3, pp. 40–47, 2024, doi: 10.54066/jmbe-itb.v2i3.1898.
[3] S. Witman, “Penerapan Metode Irigasi Tetes Guna Mendukung Efisiensi Penggunaan Air di Lahan Kering PENDAHULUAN Masalah kekurangan air di beberapa daerah bukanlah hal yang tidak mungkin , Sedangkan di bidang pertanian , air memiliki peranan penting karena air merupakan salah satu kebutuhan utama yang wajib harus dipenuhi oleh tanaman . terhadap dampak perubahan iklim . Namun , produksi pertanian . Dampak dari perubahan berkelanjutan ( Olayide et al ., 2016 ) air untuk memenuhi kebutuhan air pada tanaman melalui pengairan lahan biasa disebut dengan irigasi . Pemberian jenis dan kebutuhan air pada setiap tanaman . Salah satu teknologi irigasi hemat air adalah sistem irigasi sprinkler atau curah dan irigasi irigasi curah yang,” vol. 12, no. 1, pp. 20–28, 2021.
[4] A. Naumar, Rahmat, and N. Djalir, “Faktor Penentu Pengelolaan Air Irigasi Untuk Keberlanjutan Ekonomi Pertanian Di Indonesia,” J. Rekayasa, vol. 11, no. 2, pp. 154–167, 2021, doi: 10.37037/jrftsp.v11i2.118.
[5] S. Suhadi, F. Mabruroh, A. Wiyanto, and I. Ikra, “Analisis Fenomena Perubahan Iklim Terhadap Curah Hujan Ekstrim,” Opt. J. Pendidik. Fis., vol. 7, no. 1, pp. 94–100, 2023, doi: 10.37478/optika.v7i1.2738.
[6] P. Raya et al., “P-issn 2775 - 0825 e-issn 2987 - 2936,” vol. 5, no. 1, 2025.
[7] D. Prasetyo, Riman, and A. Halim, “Analisis Evaluasi Kondisi Jaringan Irigasi Saluran Primer Menganto Kabupaten Jombang,” BOUWPLANK J. Ilm. Tek. Sipil dan Lingkung., vol. 4, no. 2, pp. 17–25, 2024, doi: 10.31328/bouwplank.v4i2.445.
[8] A. Adil and B. K. Triwijoyo, “Sistem Informasi Geografis Pemetaan Jaringan Irigasi dan Embung di Lombok Tengah,” MATRIK J. Manajemen, Tek. Inform. dan Rekayasa Komput., vol. 20, no. 2, pp. 273–282, 2021, doi: 10.30812/matrik.v20i2.1112.
[9] R. A. Salim, R. Musa, and A. Mallombassi, “Kajian Penilaian Kerusakan Jaringan Irigasi Bila Kanan , Kabupaten Sidenreng Rappang,” vol. 04, no. 01, pp. 1–11, 2024.
[10] I. B. Suryatmaja, K. Kurniari, I. M. Nada, and N. K. Sriartha Dewi, “Analisis Efisiensi Saluran Daerah Irigasi Tinjak Menjangan Pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Tukad Sungi di Kabupaten Tabanan,” J. Ilm. Kurva Tek., vol. 10, no. 2, pp. 81–85, 2021, doi: 10.36733/jikt.v10i2.3004.
[11] L. Restianingrum, S. P. Utama, A. T. Susilo, and E. Emlan, “Efektivitas Pengelolaan Irigasi Oleh Kelompok Tani Padi Sawah di Kota Bengkulu,” J. MeA (Media Agribisnis), vol. 10, no. 1, p. 94, 2025, doi: 10.33087/mea.v10i1.290.
[12] D. Mustaqimah, F. Nurrochmad, and R. Jayadi, “Penilaian Kinerja Sistem Irigasi Daerah Irigasi Pijenan,” Simp. Nas. Teknol. Infrastuktur, vol. 1, no. 1, pp. 1–5, 2024.
[13] J. Pendidikan and T. Pertanian, “No Title,” vol. 10, pp. 175–184, 2024.
[14] R. P. Sitorus, A. Dolaksaribu, D. L. Pamuttu, and E. Budianto, “Evaluasi Kapasitas Pintu Air Waduk Gali Efatah Daerah Irigasi Wonorejo dan Kendaro 150 Ha,” vol. 01, no. 1, pp. 7–11, 2024.
[15] C. A. I. Zalukhu, E. G. Mendrofa, R. A. Zebua, and B. R. Mendrofa, “Optimasi Sistem Irigasi Dengan Pendekatan Matematika Dan Pemodelan Hidrologi,” J. Ilmu Pertan. dan Perikan., vol. 1, no. 2, pp. 255–261, 2024.
[16] H. Betaubun, C. Utary, D. L. Pamuttu, and D. A. Pasalli, “1161-File Utama Naskah-5853-1-10-20231025,” vol. 2, no. 1, pp. 7–13, 2023.










