Evaluasi Terhadap Saluran Lining Di Sawah Bandes Kampung Harapan Makmur Kurik II Dalam Menanggulangi Kehilangan Air

  • Rezkiya Laila Bilkis Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Musamus
  • Abner Doloksaribu Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Musamus
  • Dina Limbong Pamuttu Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Musamus
  • Hairulla Hairulla Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Musamus
Keywords: Saluran lining, kebutuhan air, kehilangan air

Abstract

Daerah persawahan Bandes di Kampung Harapan Makmur, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan mengalami masalah dalam hal ketersediaan air. Debit di saluran sekunder yang menjadi sumber tidak mencukupi kebutuhan air untuk sawah yang letaknya jauh dari pintu air. Selain itu, adanya vegetasi serta terjadi kehilangan air seperti penguapan dan rembesan juga mengakibatkan volume debit yang mengalir ke petak sawah berkurang. Untuk itu pihak instansi terkait membangun saluran lining pada sawah yang sulit terbagi air. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah saluran lining yang dibangun pada lokasi penelitian berpengaruh dalam menanggulangi kehilangan air. Penelitian menggunakan metode harza pada analisa hidrologi untuk menentukan curah hujan efektif padi, dilanjut dengan menghitung evapotranspirasi potensial dengan metode penman modifikasi untuk mengetahui besar penguapan, sedangkan untuk menentukan besarnya nilai rembesan digunakan metode moritz USBR. Hasil penelitian menunjukkan besar debit kebutuhan air untuk sawah Bandes Kampung Harapan Makmur Kurik II yang dialiri saluran lining sebesar Q = 0,0078 m³/det, lalu nilai rembesan pada petak sawah sebelum dibangun saluran lining sebesar S = 0,00074 m³/det/km dan setelah dibangun saluran lining sebesar S = 0,00021 m³/det/km, hasilnya selisih nilai rembesan tersebut sebesar S = 0,00053 m³/det/km atau 0,053% menunjukkan adanya pengurangan nilai rembesan pada petak sawah sebelum dan setelah dibangun lining sehingga saluran lining efektif dalam menanggulangi kehilangan air.

References

[1] Kusnadi, “RPJM Nasional, Merauke Ditetapkan Sebagai Lumbung Pangan Nasional,” 2016. https://infopublik.id/read/156982/rpjm-nasional-merauke--ditetapkan-sebagai-lumbung-pangan-nasional-.html# (accessed Nov. 14, 2022).
[2] W. Bunganaen, “Analisis efisiensi dan kehilangan air pada jaringan utama daerah irigasi Sagu,” Anal. efisiensi dan kehilangan air pada Jar. utama Drh. Irig. dagu, pp. 80–93, 2011, [Online]. Available: http://sipil.ejournal.web.id/index.php/jts/article/download/173/153
[3] “Proposal Efisiensi Jaringan Irigasi Sekunder Desa To ’ Balo , Kecamatan Ponrang Selatan , Kabupaten Luwu,” 2023.
[4] M. Munawir, “Keuntungan membuat lining pada saluran tersier.,” Maj. Pertan., vol. 25, 1978.
[5] B. G. Alhogbi, “Bab Ii Tinjauan Pustaka Dan Landasan Teori,” J. Chem. Inf. Model., vol. 53, no. 9, pp. 21–25, 2018, [Online]. Available: http://www.elsevier.com/locate/scp
[6] A. K. Hidayat, P. Irawan, and N. Hermawan, “Analisis Kebutuhan Air Irigasi Berbasis Regulasi Jadwal Tanam Dan Reduksi Lahan Tanam Pada Daerah Irigasi Cimulu,” Akselerasi J. Ilm. Tek. Sipil, vol. 1, no. 2, pp. 1–10, 2020, doi: 10.37058/aks.v1i2.1496.
[7] ANGEL RUMIHIN, “STUDI PENGARUH LINING SALURAN IRIGASI TERHADAP KEHILANGAN AIR UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI (STUDI KASUS : DI KAIRATU I),” NSTITUT Teknol. SEPULUH Nop., pp. 1–141, 2017.
[8] E. Q. Ajr and F. Dwirani, “Menentukan Stasiun Hujan dan Curah Hujan dengan Metode Polygon Thiessen Daerah Kabupaten Lebak,” Agustus, vol. 2, no. 2, pp. 139–146, 2019.
[9] E. Sofia, G. Hidayat, M. A. Risyandha, and M. M. Rasyid, “Analisis Ketersediaan Air Pada Lahan Pertanian Daerah Pematang Panjang, Kecamatan Sungai Tabuk,” Jukung (Jurnal Tek. Lingkungan), vol. 9, no. 2, pp. 55–62, 2023, doi: 10.20527/jukung.v9i2.17572.
[10] B. R. S. DEWI and M. YAMIN, “PENGARUH LAPISAN BETON SALURAN IRIGASI TERHADAP KEHILANGAN AIR (STUDI KASUS: DAERAH IRIGASI MENCONGAH),” GANEC SWARA, vol. 16, no. 1, pp. 1353–1361, 2022.
[11] D. I. P. K. BONE and A. H. JUMARDI, “ANALISIS KEHILANGAN AIR PADA SALURAN TERSIER”.
[12] R. J. Kodoatie and R. Sjarief, “Tata Ruang Air,” CV Andi Offset, no. 7, p. 104658, 2010.
[13] E. Hartini, “Modul Hidrologi & Hidrolika Terapan,” Univ. Dian Nuswantoro Semarang, p. 94, 2017, [Online]. Available: https://repository.dinus.ac.id/docs/ajar/Modul Hidrologi Terapan.pdf
[14] K. M. Dkk, HIDROLOGI UNTUK PENGAIRAN. Jakarta: PT Pradnya Paramita, 2003.
[15] H. Dipa, M. Fauzi, and Y. Lilis Handayani, “Analisis Tingkat Laju Infiltrasi Pada Daerah Aliran Sungai (Das) Sail,” J. Tek., vol. 15, no. 1, pp. 18–25, 2021, doi: 10.31849/teknik.v15i2.5011.
[16] R. Junaidi, “Parameter Hidrologi Dan Hidrogeologis Pada Daerah Aliran Sungai (Das) Sebagai Landasan Dalam Perencanaan Ruang,” EMARA -Indonesian J. Archit., vol. 1, 2015.
[17] R. Wirosoedarmo, B. Rahadi, and S. I. Laksmana, “Evaluasi Efisiensi Saluran Terhadap Debit Aliran Air pada Jaringan Irigasi Purwodadi Magetan , Jawa Timur Irrigation Efficiency Evaluation to the Water Flow at the Purwodadi Irrigation,” J. Sumberd. Alam dan Lingkung., vol. 3, no. 3, pp. 16–25, 2018.
Published
2026-04-30
How to Cite
Rezkiya Laila Bilkis, Abner Doloksaribu, Dina Limbong Pamuttu, & Hairulla, H. (2026). Evaluasi Terhadap Saluran Lining Di Sawah Bandes Kampung Harapan Makmur Kurik II Dalam Menanggulangi Kehilangan Air. Musamus Journal of Civil Engineering, 8(02), 49-54. https://doi.org/10.35724/mjce.v8i02.7702