Analisis Saluran Irigasi Sawah di Kampung Waninggap Miraf Kabupaten Merauke

  • Beatric Helrida Pane Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Musamus
  • Dina Limbong Pamuttu Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Musamus
  • Eko Budianto Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Musamus
  • Siti Nur Indah Sari Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Musamus
Keywords: Irigasi, saluran irigasi, kebutuhan air

Abstract

Penyediaan dan pengelolaan air irigasi memiliki peran penting bagi persawahan dalam mengurangi terjadinya kegagalan panen akibat kekurangan maupun kelebihan air. Hal ini berdampak pada masalah pemenuhan kebutuhan pangan dan tidak optimalnya penghasilan masyarakat sekitar sebagai petani. Sehingga dilakukan analisis ketersediaan air yang ada terhadap kebutuhan air irigasi di wilayah Kampung Waninggap Miraf SP 5. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan kapasitas saluran dalam memenuhi kebutuhan irigasi. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Harza dalam pengolahan data curah hujan. Kemudian dilakukan perhitungan menggunakan metode Penman modifikasi dalam mencari nilai maksimum kebutuhan irigasi yang diperlukan bagi tanaman. Kebutuhan irigasi yang diperoleh kemudian akan dibandingkan dengan hasil analisis hidrolika atau kapasitas saluran yang telah dihitung.  Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kapasitas saluran mampu memenuhi kebutuhan air irigasi dimana Q sawah 0,113 m3/det < Q saluran 0,43 m3/det. Namun berdasarkan penelitian yang dilakukan di musim awal penghujan, maka disarankan agar melakukan analisis ketersediaan air disaat musim kemarau terjadi agar mengetahui apakah ketersediaan air yang ada masih mampu memenuhi kebutuhan air irigasi di Kampung Waninggap Miraf.

References

[1] E. Y. Dewi, E. Yuliani, and B. Rahman, “Pertumbuhan Perekonomian Wilayah,” J. Kaji. Ruang, vol. 2, no. 2, pp. 229–248, 2022.
[2] Ivonia Auxiliadora Freitas Marcal, Yosse Putra Oentoro, and Muhammad Yasin, “Pertumbuhan Ekonomi Sebagai Cerminan Perkembangan Perekonomian Suatu Negara,” J. Manaj. Dan Bisnis Ekon., vol. 2, no. 3, pp. 40–47, 2024, doi: 10.54066/jmbe-itb.v2i3.1898.
[3] A. Naumar, Rahmat, and N. Djalir, “Faktor Penentu Pengelolaan Air Irigasi Untuk Keberlanjutan Ekonomi Pertanian Di Indonesia,” J. Rekayasa, vol. 11, no. 2, pp. 154–167, 2021, doi: 10.37037/jrftsp.v11i2.118.
[4] S. Witman, “Penerapan Metode Irigasi Tetes Guna Mendukung Efisiensi Penggunaan Air di Lahan Kering PENDAHULUAN Masalah kekurangan air di beberapa daerah bukanlah hal yang tidak mungkin , Sedangkan di bidang pertanian , air memiliki peranan penting karena air merupakan salah satu kebutuhan utama yang wajib harus dipenuhi oleh tanaman . terhadap dampak perubahan iklim . Namun , produksi pertanian . Dampak dari perubahan berkelanjutan ( Olayide et al ., 2016 ) air untuk memenuhi kebutuhan air pada tanaman melalui pengairan lahan biasa disebut dengan irigasi . Pemberian jenis dan kebutuhan air pada setiap tanaman . Salah satu teknologi irigasi hemat air adalah sistem irigasi sprinkler atau curah dan irigasi irigasi curah yang,” vol. 12, no. 1, pp. 20–28, 2021.
[5] S. Suhadi, F. Mabruroh, A. Wiyanto, and I. Ikra, “Analisis Fenomena Perubahan Iklim Terhadap Curah Hujan Ekstrim,” Opt. J. Pendidik. Fis., vol. 7, no. 1, pp. 94–100, 2023, doi: 10.37478/optika.v7i1.2738.
[6] P. Raya et al., “P-issn 2775 - 0825 e-issn 2987 - 2936,” vol. 5, no. 1, 2025.
[7] D. Prasetyo, Riman, and A. Halim, “Analisis Evaluasi Kondisi Jaringan Irigasi Saluran Primer Menganto Kabupaten Jombang,” BOUWPLANK J. Ilm. Tek. Sipil dan Lingkung., vol. 4, no. 2, pp. 17–25, 2024, doi: 10.31328/bouwplank.v4i2.445.
[8] A. Adil and B. K. Triwijoyo, “Sistem Informasi Geografis Pemetaan Jaringan Irigasi dan Embung di Lombok Tengah,” MATRIK J. Manajemen, Tek. Inform. dan Rekayasa Komput., vol. 20, no. 2, pp. 273–282, 2021, doi: 10.30812/matrik.v20i2.1112.
[9] R. A. Salim, R. Musa, and A. Mallombassi, “Kajian Penilaian Kerusakan Jaringan Irigasi Bila Kanan , Kabupaten Sidenreng Rappang,” vol. 04, no. 01, pp. 1–11, 2024.
[10] I. B. Suryatmaja, K. Kurniari, I. M. Nada, and N. K. Sriartha Dewi, “Analisis Efisiensi Saluran Daerah Irigasi Tinjak Menjangan Pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Tukad Sungi di Kabupaten Tabanan,” J. Ilm. Kurva Tek., vol. 10, no. 2, pp. 81–85, 2021, doi: 10.36733/jikt.v10i2.3004.
[11] L. Restianingrum, S. P. Utama, A. T. Susilo, and E. Emlan, “Efektivitas Pengelolaan Irigasi Oleh Kelompok Tani Padi Sawah di Kota Bengkulu,” J. MeA (Media Agribisnis), vol. 10, no. 1, p. 94, 2025, doi: 10.33087/mea.v10i1.290.
[12] D. Mustaqimah, F. Nurrochmad, and R. Jayadi, “Penilaian Kinerja Sistem Irigasi Daerah Irigasi Pijenan,” Simp. Nas. Teknol. Infrastuktur, vol. 1, no. 1, pp. 1–5, 2024.
[13] N. Yadi, M. Belladona, and E. Dwiantoro, “Analisa Tingkat Kehilangan Air (Water Losses) pada Jaringan Distribusi PDAM Tirta Hidayah Zona 3 Kota Bengkulu Tahun 2024,” RIGGS J. Artif. Intell. Digit. Bus., vol. 4, no. 3, pp. 2280–2290, 2025, doi: 10.31004/riggs.v4i3.2302.
[14] C. A. I. Zalukhu, E. G. Mendrofa, R. A. Zebua, and B. R. Mendrofa, “Optimasi Sistem Irigasi Dengan Pendekatan Matematika Dan Pemodelan Hidrologi,” J. Ilmu Pertan. dan Perikan., vol. 1, no. 2, pp. 255–261, 2024.
[15] H. Betaubun, C. Utary, D. L. Pamuttu, and D. A. Pasalli, “1161-File Utama Naskah-5853-1-10-20231025,” vol. 2, no. 1, pp. 7–13, 2023.
[16] R. P. Sitorus, A. Dolaksaribu, D. Limbong Pamuttu, and E. Budianto, “Evaluasi Kapasitas Pintu Air Waduk Gali Efatah Daerah Irigasi Wonorejo dan Kendaro 150 Ha,” Bomi J. Eng. Technol., vol. 01, no. 1, p. 2024, 2024.
Published
2026-06-03
How to Cite
Beatric Helrida Pane, Dina Limbong Pamuttu, Eko Budianto, & Siti Nur Indah Sari. (2026). Analisis Saluran Irigasi Sawah di Kampung Waninggap Miraf Kabupaten Merauke. Musamus Journal of Civil Engineering, 8(02), 62-68. https://doi.org/10.35724/mjce.v8i02.7718