Pemberdayaan Masyarakat Melalui Badan Usaha Milik Kampung (BUMDes) di Kampung Wiwonum Distrik Woropko Kabupaten Boven Digoel
Abstract
Pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dimaksudkan untuk mendorong atau menampung seluruh kegiatan peningkatan pendapatan masyarakat, baik yang berkembang menurut adat Istiadat dan budaya setempat, maupun kegiatan perekonomian yang diserahkan untuk di kelola oleh masyarakat melalui program atau proyek Pemerintah pusat dan Pemerintah Daerah. Oleh sebab itu dengan adanya peluang kepada masyarakat untuk berkembang dan berdaya sesuai dengan kemampuannya masyarakat dapat meningkatkan taraf ekonomi keluarganya. Dengan keberhasilan BUMDes di Kampung Wiwonum dalam mengelola perekonomian kampung dan memberdayakan masyarakat kampung yang memiliki potensi alam perkebunan hingga hasilnya di ekspor keluar daerah dan luar negeri, maka dapat memberikan dampak baik kepada kampung lain agar membentuk BUMDes masing-masing kampungnya agar dapat mengelola perekonomiannya. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui bagaimana Pemberdayaan Masyarakat Melalui Badan Usaha Milik Kampung (BUMDes) di Kampung Wiwonum Distrik Waropko Kabupaten Boven Digoel, dan Untuk mendeskripsikan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Badan Usaha Milik Kampung (BUMDes) di Kampung Wiwonum Distrik Waropko Kabupaten Boven Digoel. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan mendapatkan data dan informasi dari observasi, data sekunder dan wawancara informan sejumal 10 orang. Hasil penelitian ini adalah Masyarakat Kanggewot dibekali usaha tentang berinovasi hasil tani mulai dari cara menjual sembako menjual durian membuat kripik pisang dan singkong dengan membuat beberapa olahan dari hasil tani maka masyarakat dalam segi ekonomi akan terbantu karena mempunyai nilai jual yang tinggi dipasaran dan cakupan penjualan lebih jauh. BUMKAM Wiwonum memberikan pinjaman modal kepada masyarakat Kampung Kanggewot yang ingin memulai usaha atau mengembangkan usahanya dengan sistem bagi hasil 50%-50% tujuannya agar masyarakat yang mulanya tidak mempunyai usaha maka akan mempunyai usaha dengan diberikannya modal ini masyarakat akan terberdaya secara ekonomi, dan faktor-faktor yang mempengaruhi pemberdayaan masayarakat adalah dari ekternal dan internal.



