Effect of Sago Starch Layer Thickness in Solar Tunnel Dryer on the Quality Characteristics of Sago Flour
Abstrak
Pengeringan pati sagu merupakan tahapan penting dalam proses produksi tepung sagu karena memengaruhi kadar air dan mutu fisik produk yang dihasilkan. Ketebalan hamparan bahan selama pengeringan dapat memengaruhi proses perpindahan panas dan massa sehingga berdampak pada karakteristik pengeringan dan kualitas produk akhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi ketebalan hamparan pati sagu terhadap karakteristik pengeringan dan mutu fisik tepung sagu yang dihasilkan melalui proses pengeringan menggunakan solar tunnel dryer. Penelitian dilakukan dengan variasi ketebalan hamparan sebesar 2 cm, 2,5 cm, dan 3 cm. Parameter yang diamati meliputi suhu pengeringan, kadar air, laju pengeringan, warna (L*, a*, b*), derajat putih, serta persentase lolos ayakan 100 mesh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketebalan hamparan berdampak pada proses pengeringan dan mutu tepung sagu yang dihasilkan. Ketebalan 2 cm menghasilkan penurunan kadar air yang lebih cepat dengan kadar air akhir sebesar 8,28±1,23% serta tingkat kehalusan tertinggi dengan persentase lolos ayakan 100 mesh sebesar 83,92±7,23%. Sementara itu, ketebalan 3 cm menghasilkan nilai derajat putih tertinggi sebesar 67,18±2,52 yang menunjukkan kecerahan warna pati sagu yang lebih baik. Secara umum, ketebalan hamparan yang lebih tipis meningkatkan efisiensi proses pengeringan, sedangkan ketebalan yang lebih besar menghasilkan kualitas warna yang lebih baik. Ketebalan 2 cm direkomendasikan sebagai pilihan optimal untuk pengeringan pati sagu menggunakan solar tunnel dryer dalam menghasilkan tepung sagu yang memenuhi standar SNI 01-3729-2008.
Referensi
Abdissa, Z. K., Tola, Y. B., Taye, A. H., & Mohammed, H. H. (2023). Harmonizing Drying Time, Layer Thickness, and Drier Zones for Drying Kinetics : Quality and Safety of Solar Tunnel-Dried Wet-Processed Parchment Coffee (Coffea arabica L .). International Journal of Food Science, 2023, 1–16. https://doi.org/10.1155/2023/6677592
Afifah, N., Rahayuningtyas, A., & Kuala, S. I. (2017). Pemodelan Kinetika Pengeringan Beberapa Komoditas Pertanian Menggunakan Pengering Inframerah. Agritech, 37(2), 220–228. https://doi.org/10.22146/agritech.10394
Amuru, W., Jamaludin, J., & Witdarko, Y. (2022). Pengaruh Tingkat Ketebalan Pati Sagu Terhadap Kadar Air pada Proses Pengeringan. MAEF-J, 4(2), 48–52.
BMKG. (2025a). Anomali Suhu Udara Bulan Desember 2025. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). https://www.bmkg.go.id/iklim/anomali-suhu-udara/anomali-suhu-udara-bulan-desember-2025
BMKG. (2025b). Anomali Suhu Udara Bulan November 2025. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). https://www.bmkg.go.id/iklim/anomali-suhu-udara-bulan-november-2025
BMKG. (2025c). Anomali Suhu Udara Bulan Oktober 2025. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). https://www.bmkg.go.id/iklim/anomali-suhu-udara-bulan-oktober-2025
Fachrizal, R., Ginting, N. M., Nurliah, Rizal, A., & Panga, N. (2022). The potential of sago processing in supporting farmers’ welfare. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1107(012086), 1–9. https://doi.org/10.1088/1755-1315/1107/1/012086
Gasa, S., Sibanda, S., Workneh, T. S., Laing, M., & Kassim, A. (2022). Heliyon Thin-layer modelling of sweet potato slices drying under naturally-ventilated warm air by solar-venturi dryer. Heliyon, 8, 1–11. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2022.e08949
Global Solar Atlas. (2026). Solar Resource Data: Merauke, Indonesia. Global Solar Atlas – Solargis. https://globalsolaratlas.info/map?m=site&c=-8.497840,140.375061,11&s=-8.490277,140.395582
Gunawan, Y., Intara, Y. I., Sidebang, B., & Anis, U. (2024). Kajian Pengeringan Pada Pengering Tipe Rak Dengan Konveksi Panas Dari Pipa Yang Dialiri Air Panas Geothermal. Newton-Maxwell Journal of Physics, 5(1), 1–18.
Haryadi. (2002). The Current Status and Future Prospects of Sago Palm in Java. New Frontiers of Sago Palm Studies. Universal Academic Press, Inc.
Henriques, B. R., Neves, C. M. B., Moumni, M., Romanazzi, G., Bourvellec, C. Le, Cardoso, S. M., & Wessel, D. F. (2025). A Comparative Study of Traditional Sun Drying and Hybrid Solar Drying on Quality , Safety , and Bioactive Compounds in “ Pingo de Mel ” Fig. Antioxidants, 14(362), 1–13. https://doi.org/10.3390/antiox14030362
Jamaldi, A., Raharjo, E. B., Surwono, E., Santoso, L. Y., & Prasojo, R. C. (2024). Rancang Bangun dan Pengujian Prototype Hybrid Solar Dryer. Rekayasa, 17(2), 220–226. https://doi.org/10.21107/rekayasa.v17i2.22673
Jamaludin, Pamungkas, W. A., & Witdarko, Y. (2024). Pengolahan Hasil Sumber Daya Lokal (1 ed.). UNY Press.
Jaramillo-Sánchez, G. M., Loredo, A. B. G., Gómez, P. L., & Alzamora, S. M. (2017). Ozone Processing of Peach Juice : Impact on Physicochemical Parameters , Color , and Viscosity. Ozone: Science & Engineering, 40(4), 305–312. https://doi.org/10.1080/01919512.2017.1417111
Kasim, M., Lengkey, L. C. E., & Ludong, D. P. M. (2018). Karakteristik Pengeringan Biji Kenari Menggunakan Experimental Dryer Tipe Rak. Cocos, 10(3). https://doi.org/10.35791/cocos.v1i1.22500
Limbongan, J. (2007). Morfologi Beberapa Jenis Sagu Potensial di Papua. Jurnal Litbang Pertanian, 26(1), 16–24.
Mariyam, S., Utama, Y. H., Susanti, D. Y., & Dewi, R. R. (2021). Karakteristik Fisik Proses Pengeringan Biji Sorgum (Sorghum Bicolor L. Moench) dengan Menggunakan Pengering Hybrid Tipe Rak. Gorontalo Agriculture Technology Journal, 4(2), 55–68.
Mawarni, R. T., & Widjanarko, S. B. (2015). Penggilingan Metode Ball Mill dengan Pemurnian Kimia terhadap Penurunan Oksalat Tepung Porang. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 3(2), 571–581. https://jpa.ub.ac.id/index.php/jpa/article/view/175.
Metaragakusuma, A. P., Katsuya, O., & Bai, H. (2016). An Overview of The Traditional Use of Sago for Sago-based Food Industry in Indonesia. KnE Life Sciences, 3(3), 119–124. https://doi.org/10.18502/kls.v3i3.382
Mohammed, A., Komolafe, C. A., & Simons, A. (2025). Advances in solar drying technologies : A comprehensive review of designs, applications, and sustainability perspectives. Solar Compass, 17, 1–15. https://doi.org/10.1016/j.solcom.2025.100153
Pamungkas, W. A., & Jamaludin. (2024). Physico-Chemical Properties of Gembili ( Dioscorea esculenta L .) Flour from White-fleshed and Purplish-White-fleshed Tubers. JTEP Jurnal Keteknikan Pertanian, 12(2), 259–271. https://doi.org/10.19028/jtep.012.2.259-271
Ratina, R., Sholahuddin, S., & Yohana, S. K. D. (2017). Pengaruh suhu dan ketebalan lapisan pengeringan terhadap sifat fisik pati sagu (Metroxylon sagu Rotbb.). Jurnal Sains Pertanian Equatorial, 6(1), 1–10.
Sangamithra, A., Swamy, G. J., Prema, R. S., Priyavarshini, R., Chandrasekar, V., & Sasikala, S. (2014). An overview of a polyhouse dryer. Renewable and Sustainable Energy Reviews, 40, 902–910. https://doi.org/10.1016/j.rser.2014.08.007
Saputra, S. A., Suroso, E., Anungputri, P. S., & Murhadi, M. (2023). Pengaruh Suhu dan Lama Pengeringan Terhadap Karakteristik Fisik, Kimia dan Sensori Tepung Kulit Pisang Raja Bulu (Musa sapientum). Jurnal Agroindustri Berkelanjutan, 2(1), 86–97.
Seveda, M. S. (2012). Design and Development of Walk-In Type Hemicylindrical Solar Tunnel Dryer for Industrial Use. ISRN Renewable Energy, 1–9. https://doi.org/10.5402/2012/890820
Sudirman, N. A., Sukainah, A., & Yanto, S. (2018). Pengaruh pengeringan menggunakan room dryer terhadap kualitas tepung sagu. Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, 104–112.
Wa Ode, N., Darmawati, E., Suro Mardjan, S., & Khumaida, N. (2021). Komposisi Fisikokimia Tepung Ubi Kayu dan Mocaf dari Tiga Genotipe Ubi Kayu Hasil Pemuliaan. Jurnal Keteknikan Pertanian, 8(3), 97–104. https://doi.org/10.19028/jtep.08.3.97-104.
Wardhani, M. T., Fadhilah, S. N., Prastika, A., Arimbawa, I. M., Khamil, A. I., Darmayanti, R. F., & Muharja, M. (2023). Pengaruh Perendaman, Waktu dan Ketebalan pada Pengeringan Jahe Putih (Zingiber officinale var. Amarum) Menggunakan Tray Dryer dan Solar Dryer. Distilat, 9(1), 1–10.
Witdarko, Y., Bintoro, N., Suratmo, B., & Rahardjo, B. (2015). Pemodelan pada Proses Pengeringan Mekanis Tepung Kasava dengan Menggunakan Pneumatic Dryer : Hubungan Fineness Modulus dengan Variabel Pengeringan. AGRITECH, 35(4), 481–487. https://doi.org/10.22146/agritech.9333.
Witdarko, Y., Jamaludin, J., Parjono, P., & Pamungkas, W. A. (2022). Pengaruh Perendaman Terhadap Mutu Tepung Sagu (Metroxylon sp.) di Kampung Tambat Kabupaten Merauke. Agricola, 12(1), 41–48. https://doi.org/10.35724/ag.v12i1.4438.
Wrolstad, R. E., & Smith, D. . (2017). Color Analysis. In Nielsen, S.S. (eds) Food Analysis (hal. 545–555). Food Science Text Series. Springer, Cham. https://doi.org/10.1007/978-3-319-45776-5_31
Yusuf, D. D., Witdarko, Y., & Mangera, Y. (2021). Rancang Bangun Alat Press Tepung Sagu. MAEF-J, 3(2), 54–61.
Zamharir, Z., Sukmawaty, S., & Priyati, A. (2016). Analisisi Pemanfaatan Energi Panas pada Pengeringan Bawang Merah H (Allium ascalonicum L.) dengan Menggunakan Efek Rumah Kaca (ERK). Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem, 4(2), 264–274.
.png)













