Financial Dynamics of Timber Harvesting on Community Forests: Implications for Farmers’ Income and Agroforestry Sustainability in South Sulawesi
Abstrak
Biaya pemanenan merupakan salah satu komponen penting dalam pengelolaan hutan rakyat karena secara langsung memengaruhi pendapatan dan keuntungan finansial yang diperoleh petani hutan. Namun, kajian jangka panjang yang bersifat komprehensif terkait perkembangan biaya ini masih sangat terbatas karena datanya yang tersebar dan tidak terdokumentasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tren perubahan biaya pemanenan kayu secara historis dalam rentang waktu 15 tahun (2008–2022) serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi fluktuasi biaya tersebut pada hutan rakyat di Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan adalah meta-analisis berbasis studi kepustakaan terhadap 12 skripsi terdahulu (menghasilkan 22 titik data biaya pemanenan) yang diperoleh melalui basis data online dan perpustakaan, dikombinasikan dengan validasi lapangan berupa wawancara terstruktur kepada petani hutan di Kabupaten Maros dan Gowa. Klasifikasi rentang biaya dianalisis menggunakan aturan Sturges. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya pemanenan kayu hutan rakyat di Sulawesi Selatan mengalami tren peningkatan yang fluktuatif selama periode 2008–2022. Fase awal (2008–2011) dicirikan oleh biaya pemanenan yang relatif rendah akibat penggunaan peralatan sederhana (gergaji tangan/kapak) dan skala tebangan yang kecil. Pada fase menengah (2012–2017), terjadi peningkatan biaya operasional yang dipicu oleh kenaikan upah tenaga kerja dan harga bahan bakar minyak (BBM). Fase akhir (2018–2022) menunjukkan volatilitas biaya yang sangat tinggi akibat pembatasan mobilitas selama pandemi Covid-19 dan lonjakan harga BBM domestik pada tahun 2022. Klasifikasi Sturges menunjukkan bahwa biaya pemanenan didominasi oleh kategori kelas menengah-rendah pada kisaran Rp416.368 – Rp613.776 m⁻³. Hasil validasi lapangan menunjukkan variasi biaya riil antarspesies: Jati (Rp969.316,84 m⁻³), Akasia (Rp963.710,94 m⁻³), Jabon Merah (Rp922.365,22 m⁻³), Kemiri (Rp465.054,85 m⁻³), dan Mangga (Rp369.115,19 m⁻³). Karakteristik fisik jenis kayu, kondisi topografi tapak pemanenan, kemudahan aksesibilitas, serta efisiensi sistem kerja (manual vs. semi-mekanis) terbukti menjadi faktor determinan utama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dinamika finansial pemanenan kayu ditentukan oleh interaksi kompleks antara faktor biofisik tapak dan kondisi ekonomi makro.
Referensi
Avnimelech, Y. (2015). Biofloc Technology - A Practical Guide Book (Third Edition, Vol. 3). The World Aquaculture Society.
Bustam, M. F. (2017). Peranan Sarana dan Prasaraana terhadap Biaya Pemanenan Hutan Jati Rakyat di Kecamatan Enrekang Kabupaten Enrekang [Skripsi, Universitas Hasanuddin]. Repository Universitas Hasanuddin.
Dalya, N., & Mujetahid, A. (2019). Infrastructure Role of Harvesting System In Community Forest. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 270(1), 012010. https://doi.org/10.1088/1755-1315/270/1/012010
Dalya, N., Mujetahid, A., & Gautama, I. (2020). Study of wood harvesting system in community forest. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 575(1), 012136. https://doi.org/10.1088/1755-1315/575/1/012136
Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan. (2004). Rencana Kehutanan Tingkat Provinsi (RKTP) Sulawesi Selatan. Dinas Kehutanan Sulawesi Selatan.
Fermana, J. S., Sadjati, E., & Ikhwan, M. (2019). Analisis Biaya Pemanenan dan Produktivitas Produksi Kayu Ekaliptus (Studi Kasus: HPHTI PT. PSPI Distrik Petapahan). Wahana Forestra: Jurnal Kehutanan, 14(2), 38–55. https://doi.org/10.31849/forestra.v14i2.2982
Gautama, I., Mujetahid, A., Dalya, N., & Faradiba, A. V. (2021). The cost of harvesting process in teak community forest during the covid-19. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 807(2), 022011. https://doi.org/10.1088/1755-1315/807/2/022011
Hanifahi, N. P. (2020). Dasar-Dasar Pemanenan Kayu. Pengolahan Hasil Hutan.
Hastuti, N. (2019). Nilai dan Limbah Sortimen Pemanenan Hutan Rakyat Desa Majannang Kecamatan Parigi Kabupaten Gowa [Skripsi, Universitas Hasanuddin]. Repository Universitas Hasanuddin.
Helmi, M., Rianawati, F., & Sandiana, A. P. M. (2020). Analisa Biaya Pemanenan Kayu Menggunakan Teknik RIL (Reduced Impact Logging) DI IUPHHK-HA PT. Wijaya Sentosa, Papua Barat. Jurnal Hutan Tropis, 8(3), 260–264. https://doi.org/10.20527/jht.v8i3.9511
Idhasari, F. (2010). Sistem upah dan Hubungan Produksi pada Pemanenan Hutan Rakyat di Desa Batu Putih Kecamatan Mallawa Kabupaten Maros Sulawesi Selatan [Skripsi, Universitas Hasanuddin]. Repository Universitas Hasanuddin.
Irsad, M. F. (2022). Perbandingan Kontribusi Pemanenan Hutan Rakyat Terhadap Pendapatan Penduduk Di Dusun Arooke Dan Dusun Matanre Desa Cenrana Baru Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros [Skripsi, Universitas Hasanuddin]. Repository Universitas Hasanuddin.
Jasmin, N. I. (2019). Peranan Pmenanenan Hutan Rakyat terhadap Pemenuhan Bahan Baku Industri Mebel di Keacamatan Cenrana Baru Kabupaten Maros [Skripsi, Universitas Hasanuddin]. Repository Universitas Hasanuddin.
Jusnalia. (2021). Biaya dan Pendapatan Pemanenan Hutan Jati Rakyat di Desa Ujung Lamuru Kecamatan Lappariaja Kabupaten Bone [Skripsi, Universitas Hasanuddin]. Repository Universitas Hasanuddin.
Kadang, D. R. (2008). Analisis Biaya dan Pemanenan Kayu Hutan Rakyat pada Berbagai Ukuran Sortimen Bantalan di Kecamatan Mallawa Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan [Skripsi, Universitas Hasanuddin]. Repository Universitas Hasanuddin.
Kosasih, D., Hidayat, F., & Hendrayana, Y. (2024). Sistem Pengelolaan dan Kontribusi Hutan Rakyat di Desa Tambakbaya Kabupaten Kuningan. Wanamukti, 27(1), 17–32. https://doi.org/10.25181/wanamukti.v27i1.3122
Lestari, I. D. (2021). Pola Kemitraan Pemanenan Hutan Rakyat di Desa Cenrana Baru Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan [Skripsi, Universitas Hasanuddin]. Repository Universitas Hasanuddin.
Martina, M. (2010). Hubungan Teknik Pemanenan Jati dengan Industri Pengolahan Kayu di Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan [Skripsi, Universitas Hasanuddin]. Repository Universitas Hasanuddin.
Rizal, A., Nurhaeda, & Hapsari, E. (2012). Kajian Strategi Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Hutan Rakyat di Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Penelitian Sosial Dan Ekonomi Kehutanan, 9(4), 216–228. https://doi.org/10.20886/jpsek.2012.9.4.216-228
Sari, G. S. S. (2009). Analisis Biaya dan Pendapatan Pemanenan Hutan Rakyat di Kecamatan Mengkendek Kabupaten Tana Toraja Provinsi Sulawesi Selatan [Skripsi, Universitas Hasanuddin]. Repository Universitas Hasanuddin.
Suhartana, S., & Yuniawati. (2016). Produktivitas dan Biaya Pemanenan Kayu di Hutan Tanaman Rawa Gambut. Jurnal Hutan Tropis, 4(3), 241–252.
Suhartana, S., & Yuniawati. (2020). Peningkatan Produktivitas Pemanenan Kayu Di Hutan Alam Melalui Kesesuaian Jumlah Pekerja. Jurnal Hutan Tropis, 8(2), 212–220. https://doi.org/10.20527/jht.v8i2.8943
Syah, M. E., Makkarennu, & Supratman. (2018). Sistem Pemasaran Kayu Rakyat di Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan. Jurnal Hutan dan Masyarakat, 10(2), 192–204. https://doi.org/10.24259/jhm.v10i2.3945
Yusuf, M., Subaedah, S., & Saidah. (2020). Strategi Pengelolaan Hutan Rakyat di Kabupaten Maros (Community Forest Management Strategy in Maros District). Jurnal Agrotek, 4(2), 112–121.
.png)













