Effect of Kiambang (Salvinia molesta) Bioherbicide on Mortality Percentage and Height Growth Rate of Upland Rice (Oryza sativa L.)

  • Rizki Al Khairi Barus Universitas Musamus
  • Dwi KArtika Asih Hasibuan Universitas Tadulako
  • Febri Nur Pramudya Universitas Musamus
  • Nurul Musdalifah Unviersitas Musamus
  • Eko Wahyudi Universitas Riau
  • Puan Habibah Universitas Riau
Kata Kunci: Bioherbisida, Kiambang, Gulma, Padi gogo, RAL

Abstrak

Gulma di sekitar tanaman padi gogo menyebabkan turunnya kuantitas dan kualitas hasil panen serta penurunan jumlah individu tanaman. Salah satu cara untuk mengurangi penggunaan herbisida sintetik yaitu dengan penggunaan bioherbisida. Penggunaan dosis 60% bioherbisida ekstrak kiambang yang diaplikasikan pada gulma merupakan dosis yang terbaik dalam mengendalikan pertumbuhan gulma. Akan tetapi belum diketahui apakah dengan penggunaan bioherbisida ekstrak kiambang pada gulma akan menimbulkan pengaruh negatif terhadap tanaman utama yaitu padi gogo. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh ekstrak kiambang (Salvinia molesta) terhadap persentase kematian dan laju pertumbuhan tinggi padi gogo (Oryza sativa L.). Penelitian bertempat di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Riau, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan perlakuan lima jenis dosis bioherbisida kiambang yaitu, Herbisida 2,4-D, bioherbisida 20%, 40%, 60% dan 80%, terdapat lima ulangan dengan 25 unit percobaan. Setiap unit percobaan ditanam dua tanaman. Parameter yang diamati adalah persentase kematian padi gogo dan laju pertumbuhan tinggi tanaman padi gogo. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (uji F) taraf 5% dan di uji lanjut dengan uji BNT taraf 5% menggunakan aplikasi SAS versi 9.4. Hasil menunjukkan perlakuan bioherbisida dengan konsentrasi 60% dan 80%  menyebabkan kematian padi gogo sebesar 70% dan 80%, namun hal ini bersifat sementara yaitu dalam rentan dua sampai tiga hari. Perlakuan bioherbisida kiambang konsentrasi 20%, 40%, 60%, dan 80% menyebabkan penurunan laju pertumbuhan tinggi padi gogo pada 14 HSA. Sebaliknya, perlakuan herbisida 2,4-D menunjukkan peningkatan laju pertumbuhan tinggi tanaman pada 14 HSA.

Referensi

Adnyana, I. M. M. (2017). Klasifikasi respons morfologi dan respons biokimia terhadap herbisida (Skripsi). Fakultas Pertanian, Universitas Udayana.

Aisah. (2016). Potensi alelopati Alpinia malaccensis (Burm. f.) terhadap spesies invasif Merremia peltata (L.) (Tesis). Institut Pertanian Bogor.

Alfredo, N., Sriyani, N., & Sembodo, D. R. J. (2012). Efikasi herbisida pratumbuh metil metsulfuron tunggal dan kombinasi dengan 2,4-D, ametrin, atau diuron terhadap gulma pada pertanaman tebu (Saccharum officinarum L.) lahan kering. Jurnal Agrotropika, 17(1), 29–34. https://doi.org/10.23960/ja.v17i1.4278

Andita, R. P., Uma, K., Bambang, G., & Nurul, A. (2016). Kajian pertumbuhan vegetatif tanaman padi (Oryza sativa L.) terhadap tingkat kompleksitas sistem pertanian yang berbeda. Jurnal Produksi Tanaman, 4(8), 620–624.

Apriadi, W., Dad, R. J. S., & Herry, S. (2013). Efikasi herbisida 2,4-D terhadap gulma pada budidaya tanaman padi (Oryza sativa L.). Jurnal Agrotek Tropika, 1(3), 269–276. https://doi.org/10.23960/jat.v1i3.2040

Astutik, A. F., Raharjo, & Purnomo, T. (2012). Pengaruh ekstrak daun beluntas (Pluchea indica L.) terhadap pertumbuhan gulma meniran (Phyllanthus niruri L.) dan tanaman kacang hijau (Phaseolus radiatus L.). Lentera Bio, 1(1), 9–16.

Ayeni, K. E., & Yahaya, S. A. (2010). Phytochemical screening of three medicinal plants: neem leaf (Azadirachta indica), hibiscus leaf (Hibiscus rosa-sinensis), and spear grass leaf (Imperata cylindrica). Continental Journal of Pharmaceutical Sciences, 4, 47–50.

Budhiawan, A., Bambang, G., & Agung, N. (2016). Aplikasi herbisida 2,4-D dan penoxsulam pada pertumbuhan dan hasil tanaman padi sawah (Oryza sativa L.). Jurnal Produksi Tanaman, 4(1), 23–30.

Dayan, F. E., & Duke, S. O. (2014). Natural compounds as next-generation herbicides. Plant Physiology, 166(3), 1090–1105. https://doi.org/10.1104/pp.114.239061.

Dwicahyani, T., Sumardianto, & Rianingsih, L. (2018). Uji bioaktivitas ekstrak teripang keling (Holothuria atra) sebagai antibakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Jurnal Pengolahan & Bioteknologi, 7(1), 15–25.

Fitrya, L., Anwar, F., & Sari. (2009). Identifikasi flavonoid dari buah tumbuhan mempelas. Jurnal Penelitian Sains, 12(3), 1–5.

Homo, B., Mendes, A., & Sembiring, J. (2024). Test of the effectiveness of beluntas leaf extract (Pluchea indica L.) against the mortality of Spodoptera litura. AGRICOLA, 14(1), 1–5. https://doi.org/10.35724/ag.v14i1.5649

Jarot, W. (2018). Kendalikan gulma: Bayer Indonesia luncurkan herbisida Council Complete.

Kilkoda, A. K., Nurmala, T., & Widayat, D. (2015). Pengaruh keberadaan pajale (Ageratum conyzoides dan Borreria alata) terhadap pertumbuhan dan hasil tiga varietas kedelai (Glycine max L.) pada percobaan pot bertingkat. Jurnal Kultivasi, 14(2), 1–10.

Krishnaiah, D., Devi, T., Bono, A., & Sarbatly, R. (2009). Studies on phytochemical constituents of six Malaysia medicinal plants. Journal of Medicinal Plants Research, 3(2), 67–72.

Krisno, A. (2017). Herbisida organik (pp. 1–71). Malang: Universitas Muhammadiyah Malang Press.

Kurniati, T., Daniel, & Sudrajat. (2018). Uji toksisitas dan sifat alelopati alang-alang (Imperata cylindrica) terhadap perkecambahan biji padi (Oryza sativa L.). Jurnal Atomik, 3(1), 54–60.

Lestari, C. G. (2018). Potensi ekstrak bawang merah (Allium ascalonicum L.) sebagai bioherbisida (Skripsi). Institut Pertanian Bogor.

Li, Z.-H., Wang, Q., Ruan, X., Pan, C.-D., & Jiang, D.-A. (2010). Phenolics and plant allelopathy. Molecules, 15(12), 8933–8952. https://doi.org/10.3390/molecules15128933

Martiana, F. A. (2018). Potensi alelokimia ekstrak rimpang alang-alang (Imperata cylindrica) untuk mengendalikan pajale babadotan (Ageratum conyzoides) (Skripsi). Universitas Sanata Dharma.

Pramahdiyan, B. (2017). Potensi ekstrak pajale (Tetracera indica (L.) Merr.) sebagai bioherbisida pratumbuh dan pascatumbuh (Skripsi). Institut Pertanian Bogor.

Riskitavani, D., & Kristanti, I. (2013). Potensi bioherbisida ekstrak daun ketapang (Terminalia catappa) terhadap gulma teki (Cyperus rotundus). Jurnal Sains dan Seni Pomits, 2(2), 2337–3520.

Sangeetha, C., & Baskar, P. (2015). Allelopathy in weed management: a critical review. African Journal of Agricultural Research, 10(9), 1004–1015.

Scavo, A., & Mauromicale, G. (2021). Crop Allelopathy for Sustainable Weed Management in Agroecosystems: Knowing the Present with a View to the Future. Agronomy, 11(11), 2104. https://doi.org/10.3390/agronomy11112104.

Sutrisno, T. (2020). Uji efektivitas ekstrak kiambang (Salvinia molesta D. Mitch) sebagai bioherbisida dalam pengendalian gulma teki (Cyperus rotundus L.) (Tesis). Fakultas Pertanian, Universitas Riau.

Yanti, M., Indriyanto, & Duryat. (2016). Pengaruh zat alelopati dari alang-alang terhadap pertumbuhan semai tiga spesies akasia. Journal BIOMA, 11(2), 54–58.

Yanti, Y. D. (2020). Uji efektivitas alelopati kiambang (Salvinia molesta) sebagai bioherbisida dalam pengendalian gulma babadotan (Ageratum conyzoides) pada perkebunan kelapa sawit (Tesis). Fakultas Pertanian, Universitas Riau.

Diterbitkan
2026-06-04
Bagian
Artikel

##plugins.generic.recommendByAuthor.heading##