Socio-Economic Conditions and Technical Capability for Coffee Agroforestry-Based Ecotourism: A SWOT-IFAS/EFAS Analysis in Pattapang, South Sulawesi
Abstrak
Ekowisata berbasis komunitas yang diintegrasikan dengan agroforestri kopi telah menjadi pendekatan strategis pembangunan pedesaan di Indonesia, namun keberhasilannya sangat bergantung pada kondisi sosial-ekonomi dan kapabilitas teknis komunitas pengelolanya. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi sosial-ekonomi dan kapabilitas teknis komunitas lokal yang memengaruhi kemampuan mereka mengelola ekowisata berbasis agroforestri kopi di Kelurahan Pattapang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, sebuah kawasan penyangga (buffer zone) Taman Wisata Alam Malino dan Hutan Produksi Terbatas. Penelitian menggunakan desain studi kasus campuran, menggabungkan survei kuantitatif SWOT/IFAS-EFAS terhadap 25 responden dengan wawancara mendalam dan observasi lapangan. Faktor internal dan eksternal dinilai menggunakan skala Likert lima poin, dibobot, dan diberi rating untuk menyusun matriks Internal Factor Analysis Summary (IFAS) dan External Factor Analysis Summary (EFAS), yang selanjutnya digunakan untuk menentukan posisi kuadran SWOT dan matriks strategi TOWS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total skor Kekuatan (Strengths) komunitas (3,2605) melampaui skor Kelemahan (Weaknesses) (2,0713), sementara total Peluang (Opportunities) (3,2397) melampaui Ancaman (Threats) (1,9262), menghasilkan koordinat kuadran (+1,1892; +1,3134) yang menempatkan komunitas secara tegas pada Kuadran I (Strategi Agresif/SO). Faktor internal terkuat adalah dukungan kelompok perhutanan sosial (skor 0,7622), sementara faktor terlemah adalah kemampuan memandu wisata (0,2308); secara eksternal, peluang kerja baru (0,7448) menjadi pendorong terkuat, sementara persaingan dengan destinasi yang lebih mapan menjadi ancaman paling serius (0,1870). Penskoran prioritas komposit atas 13 strategi TOWS mengidentifikasi optimalisasi kelembagaan kelompok perhutanan sosial dan pengembangan paket wisata edukasi berbasis agroforestri sebagai dua strategi unggulan. Temuan ini menunjukkan bahwa komunitas memiliki basis aset yang kukuh untuk pengembangan ekowisata secara agresif, dengan syarat strategi kelembagaan dan berbasis produk diprioritaskan dibandingkan langkah-langkah defensif semata.
Referensi
Agarwal, B. (2018). Gender equality, food security and the sustainable development goals. Current Opinion in Environmental Sustainability, 34, 26–32. https://doi.org/10.1016/j.cosust.2018.07.002
Al Nido, R., Windiasih, R., Sulaiman, A. I., Muatip, K., & Sari, L. K. (2024). Model pemberdayaan kelompok wanita tani (KWT) melalui modal sosial untuk menjaga kohesivitas kelompok: Indonesia. Agrivet: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan, 12(1), 117–132. https://doi.org/10.31949/agrivet.v12i1.10088
Anugrah, D., Muin, A. V. F., Irlan, I., Tomasina, M. A., Azila, N., Sirimorok, N., Dungga, N. E., & Alam, S. (2022). Injustice against women in social forestry programs: A case study of two villages in Indonesia. Forest and Society, 6(2), 723–741. https://doi.org/10.24259/fs.v6i2.20006
Benzaghta, M. A., Elwalda, A., Mousa, M. M., Erkan, I., & Rahman, M. (2021). SWOT analysis applications: An integrative literature review. Journal of Global Business Insights, 6(1), 55–73. https://doi.org/10.5038/2640-6489.6.1.1148
Damanik, M. D. B., Sitepu, I., & Tatcher Pakpahan, H. (2026). Extension factors influencing the adoption of organic rice in Desa Tanah Merah dan Lubuk Bayas, Serdang Bedagai Regency, North Sumatera Province. AGRICOLA, 16(2), 112–120. https://doi.org/10.35724/ag.v16i2.7575
Doss, C. R. (2018). Women and agricultural productivity: Reframing the issues. Development Policy Review, 36(1), 35–50. https://doi.org/10.1111/dpr.12243
Gunawan, H., Yeny, I., Karlina, E., Suharti, S., Murniati, Subarudi, Mulyanto, B., Ekawati, S., Garsetiasih, R., & Pratiwi. (2022). Integrating social forestry and biodiversity conservation in Indonesia. Forests, 13(12), 2152. https://doi.org/10.3390/f13122152
Hidayat, F. R., Hakim, L., & Parmawati, R. (2023). Analysis of community-based coffee agro-tourism sustainability in East Java, Indonesia. HABITAT, 34(1), 1–12. https://doi.org/10.21776/ub.habitat.2023.034.1.1
Ibrahim, H., & Nursaman, H. (2025). Kinerja penyuluh pertanian dalam mewujudkan implementasi paket teknologi di Kelurahan Batu Papan Kecamatan Makale Kabupaten Tana Toraja. Jurnal Ilmiah Sosio Agribis, 25(2). https://doi.org/10.30742/jisa25220254989
Ilyas, A. A. F. R., Ibrahim, H., & Sulfiana, S. (2026). Peran penyuluh pertanian dalam transformasi pengetahuan, keterampilan, dan sikap petani bawang merah di Desa Janettallasa Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto. Agribusiness and Socioeconomic Journal, 5(1), 484–493. https://asejournal.fapertauim.ac.id/index.php/ASEJournal/article/view/128
Kinasih, S. R., & Wulandari, I. (2021). Gender-based division of labor in agroforestry management in the upstream Citarum watershed. Umbara, 6(1), 29–44. https://doi.org/10.24198/umbara.v6i1.33414
Klerkx, L., Jakku, E., & Labarthe, P. (2020). A review of social science on digital agriculture, smart farming and agriculture 4.0. NJAS: Wageningen Journal of Life Sciences, 90–91, 100315. https://doi.org/10.1016/j.njas.2019.100315
Mazya, T. M., Nurrochmat, D. R., Kolopaking, L. M., Satria, A., & Dharmawan, A. H. (2023). Finding a Neue Gemeinschaft in rural Indonesia: A discussion of forest community digital transformation. Forest Policy and Economics, 148, 102913. https://doi.org/10.1016/j.forpol.2023.102913
Nair, P. K. R., Kumar, B. M., & Nair, V. D. (2021). An introduction to agroforestry: Four decades of scientific developments. Cham: Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-030-75358-0
Qanti, S. R., Peralta, A., & Zeng, D. (2022). Social norms and perceptions drive women's participation in agricultural decisions in West Java, Indonesia. Agriculture and Human Values, 39, 645–662. https://doi.org/10.1007/s10460-021-10277-z
Ramadhani, S. Z., Sadiyah, F. N., & Rusliyadi, M. (2026). The relationship between innovation characteristics and the role of change agents in the adoption level of Tyto alba-based rat pest control in Dukuh Village. AGRICOLA, 16(2), 144–151. https://doi.org/10.35724/ag.v16i2.7624
Rante, D., Rahman, S., Yunus, A., & Ibrahim, H. (2026). Strategi pemberdayaan kelompok wanita tani untuk mewujudkan pekarangan pangan lestari di Kabupaten Tana Toraja (Studi Kelompok Wanita Tani Kalolok Kelurahan Batupapan Kecamatan Makale Kabupaten Tana Toraja). Jurnal MeA (Media Agribisnis), 11(1), 28–38. https://doi.org/10.33087/mea.v11i1.389
Ruiz-Real, J. L., Uribe-Toril, J., de Pablo Valenciano, J., & Gázquez-Abad, J. C. (2022). Rural tourism and development: Evolution in scientific literature and trends. Journal of Hospitality & Tourism Research, 46(7), 1322–1346. https://doi.org/10.1177/1096348020926538
Simatupang, D. O., Redu, S. T., & Ginting, N. M. (2025). Pengendalian potensi resiko industri strategis pertanian padi wilayah dataran rendah Kabupaten Merauke: Strategi pendekatan adaptasi rantai pasok pertanian glokal (global dan lokal). AGRICOLA: Jurnal Pertanian, 15(2), 250–257. https://doi.org/10.35724/ag.v15i2.7084
Utami, D. D., Dhewanto, W., & Lestari, Y. D. (2023). Rural tourism entrepreneurship success factors for sustainable tourism village: Evidence from Indonesia. Cogent Business & Management, 10(1), 2180845. https://doi.org/10.1080/23311975.2023.2180845
Wang, G., Lu, Q., & Capareda, S. C. (2020). Social network and extension service in farmers' agricultural technology adoption efficiency. PLOS ONE, 15(7), e0235927. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0235927
Zomer, R. J., Neufeldt, H., Xu, J., Ahrends, A., Bossio, D. A., Trabucco, A., van Noordwijk, M., & Wang, M. (2016). Global tree cover and biomass carbon on agricultural land: The contribution of agroforestry to global and national carbon budgets. Scientific Reports, 6, 29987. https://doi.org/10.1038/srep29987
.png)













