Strategi Pemasaran Industri Rumah Tangga Pengolahan Ubi Kayu

  • Putri Iriana
  • Riza Facrizal Universitas Musamus
  • Jefri Sembiring Universitas Musamus

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman) serta merumuskan strategi yang diperlukan untuk meningkatkan industri rumah tangga pengolahan singkong. Metode yang digunakan adalah teknik analisis SWOT dan deskriptif kualitatif. Penentuan strategi yang dipilih dilakukan dengan matriks QSPM. Penelitian dilakukan di Desa Wenda Asri Kecamatan Jagebob pada bulan Agustus – September 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor IFAS (Internal Factor Summary) dalam pengolahan singkong yaitu ketersediaan bahan baku, tenaga kerja terampil, tenaga kerja terdidik, keawetan olahan manisan. kentang. Kayu yang dihasilkan baik, ketersediaan tenaga kerja, memiliki harga yang baik, sedangkan faktor IFAS (Internal Factor Summary) dalam pengolahan singkong adalah peluang pasar yang tinggi, dukungan hukum adat, memiliki izin usaha, harga bahan baku yang stabil, tidak ada fluktuasi harga. harga pengolahan singkong. harga yang relatif stabil, dukungan dari pemerintah dan masyarakat sekitar. Ancaman terdiri dari; kurangnya sosialisasi dan motivasi dari pemerintah, kurangnya pendampingan sprodi, sertifikasi pengolahan singkong, pendampingan pemerintah dilakukan. Alternatif yang diperlukan untuk meningkatkan produksi pengolahan singkong di Desa Wenda Asri Kecamatan Jagebob adalah: 1) Memanfaatkan sumber daya manusia dan sumber daya alam untuk meningkatkan produksi, 2) Melibatkan pemerintah daerah dalam proses pemasaran melalui pelatihan sistem online, 3) meningkatkan produksi. untuk memenuhi permintaan pasar 4) Melakukan pelatihan manajemen usaha, sistem pemasaran dan promosi produk bagi pelaku usaha yang memiliki izin usaha, 5) Meningkatkan kualitas dan produksi pengolahan singkong untuk memperluas dan memenuhi permintaan pasar, 6) Pemerintah berpartisipasi dalam singkong industri pengolahan singkong dengan memberikan bantuan pendidikan informal untuk pengolahan singkong, 7) Adanya bantuan permodalan untuk memajukan pengolahan singkong dengan pengolahan yang baik, 8) Pemerintah memberikan bantuan input produksi yang dikuasai oleh pemerintah dalam rangka memaksimalkan potensi industri pengolahan singkong , 9) Peningkatan teknologi pengawetan kayu olahan singkong . Dari hasil matriks QSPM, dari 9 alternatif strategi terdapat satu strategi yang mendapatkan totalattractiveness tertinggi yaitu melakukan pelatihan manajemen usaha, sistem pemasaran dan promosi produk bagi pelaku usaha yang memiliki izin usaha dengan skor TAS tertinggi. sebesar 67 dan strategi terakhir yang akan dilakukan adalah peningkatan teknologi pengolahan singkong dengan Nilai Daya Tarik Total terkecil dengan skor 34.    

References

Achmad Budi Santoso1 dan Joni Murti Mulyo Aji2 2018. Strategi Pemasaran dan Pengembangan Tepung Cassava pada Agroindustris UD. Nula Abadi Dikabupaten Bondowoso
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
David, Fred R. 2010. Manajemen Strategis; Konsep. Gramedia. Jakarta.
David, Fred R. 2010. Strategic Management: A Competitive Advantage Approach, Concepts and Cases (13th Edition). Prentice Hall International, London
Dinas Pertanian dan Hortikultura. 2018. Kabupaten Merauke
Rangkuti, Freddy. (2006). Analisis SWOT tenik membelah kasus bisnis. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.
Published
13-06-2021
How to Cite
Iriana, P., Facrizal, R., & Sembiring, J. (2021). Strategi Pemasaran Industri Rumah Tangga Pengolahan Ubi Kayu. Musamus Journal of Agribusiness, 3(2), 80-90. Retrieved from https://ejournal.unmus.ac.id/index.php/agri/article/view/3698
Section
Articles